REAPONSIVE.KALBAR.COM,SUMENEP-Kepulan asap pekat dan kobaran api yang melalap KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8), memaksa penumpang berpencar menyelamatkan diri. Di tengah kepanikan itu, satu keluarga terpisah.
Sang ayah hanya memiliki hitungan detik untuk mengambil keputusan. Ia merengkuh anak bungsunya yang baru berusia dua tahun, lalu melompat ke laut demi menghindari kobaran api yang terus membesar. Balita itu tetap berada dalam pelukannya selama mereka bertahan di tengah laut menunggu pertolongan.
Pada saat yang sama, sang ibu memilih jalur penyelamatan berbeda. Ia mendekap anak pertama mereka dan bertahan di atas kapal hingga proses evakuasi dilakukan. Sejak itulah anggota keluarga tersebut kehilangan kontak satu sama lain.
Di tengah situasi yang kacau, masing-masing hanya berusaha bertahan hidup. Sang ayah terapung di laut bersama anak bungsunya, sedangkan sang ibu dan anak sulung berupaya keluar dari kapal yang dilanda kebakaran.
Momen haru terjadi setelah tim penyelamat berhasil mengevakuasi para korban. Ayah, ibu, dan kedua anak mereka akhirnya dipertemukan kembali dalam keadaan selamat setelah sempat terpisah akibat insiden tersebut.
Kisah keluarga itu menjadi salah satu potret dramatis dari kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat, sementara proses pendataan korban dan evaluasi terhadap prosedur keselamatan pelayaran terus dilakukan.*(*)
Sumber :di kutip kabar indonesia terkini






