RESPONSIVE.KALBAR.COM,PONTIANAK-Seekor kucing yang setiap hari berkeliaran di sekitar permukiman warga menjadi perhatian karena tingkahnya yang seolah memahami rutinitas manusia.
Berbulu putih dengan sedikit corak hitam di bagian kepala dan punggung, kucing tersebut kerap terlihat berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya.Pagi hari ia mencari tempat yang hangat untuk beristirahat. Menjelang siang, ia mulai mendekati warga yang dianggapnya bisa memberi makanan.
Bagi sebagian orang, keberadaan kucing itu mungkin tidak lebih dari pemandangan biasa. Namun bagi warga sekitar, hewan tersebut perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia bahkan dikenal cukup pandai membaca situasi. Ketika suasana lingkungan ramai, kucing itu memilih menjauh. Sebaliknya, ketika warga mulai beraktivitas seperti biasa, ia kembali muncul dan duduk di teras atau bawah kendaraan.
Kisah sederhana itu mengingatkan bahwa kehidupan di sekitar manusia tidak hanya diisi oleh urusan pekerjaan, ekonomi, dan berbagai persoalan sosial. Ada pula makhluk kecil yang bertahan hidup dengan caranya sendiri.
Tanpa suara keras, tanpa tuntutan, dan tanpa meminta banyak, kucing tersebut hanya membutuhkan satu hal: tempat aman dan makanan yang cukup.
Di tengah kota yang terus bergerak, keberadaannya menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap hewan bukan sekadar soal memberi makan. Ada tanggung jawab untuk tidak menyakiti, tidak menelantarkan, dan memberikan ruang bagi makhluk hidup lain untuk bertahan.
Sebab, terkadang, cerita tentang seekor kucing justru memperlihatkan wajah manusia yang sebenarnya: seberapa besar kepedulian kita kepada makhluk yang tidak mampu berbicara untuk dirinya sendiri.*(@?)






