Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kemarau Mengering, Brimob Kalbar Turunkan Mobil Pengolah Air untuk Warga

Dua unit Mobil Water Treatment Satbrimob Polda Kalbar dikerahkan ke Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

dua unit Mobil Water Treatment Satbrimob Polda Kalbar dikerahkan ke Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

RESPONSIVEKALBAR.COM,PONTIANAK-Kemarau panjang mulai mengusik kebutuhan dasar warga di Kalimantan Barat. Ketika air bersih semakin sulit diperoleh, Satuan Brimob Polda Kalbar turun langsung membawa teknologi pengolah air ke tengah masyarakat.

Pada Kamis, 3 September 2026, dua unit Mobil Water Treatment Satbrimob Polda Kalbar dikerahkan ke Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya,

Kabupaten Kubu Raya.”Kendaraan itu bukan sekadar mobil tangki. Setiap unit mampu menghasilkan hingga 6.000 liter air bersih per jam. Kapasitas pemurniannya mencapai 2.500 liter air siap minum per jam.”Warga pun datang membawa jeriken dan wadah air.

Mereka mengantre untuk mendapatkan pasokan yang menjadi semakin penting di tengah cuaca panas dan kering.”Kabagops Satbrimob Polda Kalbar AKBP Elyas Ericson mengatakan distribusi air merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih selama musim kemarau.”Namun kemarau membawa ancaman lain: karhutla.

Kondisi lahan dan lingkungan yang kering membuat api mudah menjalar. Karena itu, personel Satbrimob juga mengingatkan warga agar tidak membakar lahan ataupun sampah sembarangan.
Imbauan tersebut menjadi penting ketika musim kering bukan hanya soal berkurangnya air, tetapi juga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap.

Bantuan air bersih akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial. Ia menunjukkan bagaimana kebutuhan paling sederhana-air untuk minum dan kehidupan sehari-hari-dapat berubah menjadi persoalan serius ketika kemarau berkepanjangan datang.
Di tengah antrean jeriken warga, pesan lainnya juga mengemuka: hemat air, jangan bermain api.*(tim)**

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *