RESPONSIVE KALBAR.COM,KETAPANG- Kondisi Jembatan Gantung Dusun Sempurna, Kabupaten Ketapang memprihatinkan. Padahal jembatan yang baru selesai dibangun tahun 2025 itu menelan anggaran APBN Rp8,9 miliar.
Dari pantauan Wartawan di lapangan, retak-retak sudah muncul di sejumlah bagian struktur beton jembatan. Diduga kuat pengerjaan bagian struktur bawah tidak sesuai spesifikasi kontrak.
Proyek Molor & Diduga Disubkan
Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Sempurna ini merupakan kegiatan Kementerian PUPR melalui BPJN Kalimantan Barat. Dikerjakan CV. MARTA KENCANA dengan nomor kontrak 18/PKS/Bb20.5.4/2024 tanggal 28 November 2024.

Nilai kontraknya Rp8.937.750.000,00 bersumber dari APBN 2024. Seharusnya selesai di 2024, namun molor hingga Juli 2025. Informasi yang dihimpun Responsive Kalbar dari narasumber, pelaksanaan proyek ini disubkontrakkan ke pihak lain. “Wajar kalau pekerjaannya tak genah,” ujar sumber tersebut.
Struktur Bawah Jadi Sorotan Berdasarkan dokumen kontrak
item pekerjaan struktur bawah jembatan cukup banyak. Di antaranya : Tiang Bor Beton diameter 600 mm sebanyak 22 titik Pekerjaan, Beton Struktur Fc 30 Mpa Pasangan Batu dan Timbunan Pilihan, Fondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan Baja Tulangan Sirip Bjts 420A Namun fakta di lapangan, struktur beton pondasi justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini.
Retak terlihat jelas dan dikhawatirkan mengganggu keselamatan warga yang melintas. Tuntutan Evaluasi Warga Dusun Sempurna berharap BPJN Kalbar dan Kementerian PUPR segera turun mengecek. Apalagi jembatan ini satu-satunya akses vital warga. Hingga berita ini diterbitkan, pihak PJN Wilayah Kalbar belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi jembatan dan dugaan subkontrak tersebut. *(timred)**






