Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diduga Ancam Ketua HMI Pascademo BBM, KAHMI Desak Pertamina Copot SBM Ketapang

Demo BBM Berujung Polemik Telepon, KAHMI Desak Pertamina Copot SBM Ketapang

Ketua HMI.KAHMI Ketapang juga mendesak pimpinan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional maupun wilayah Kalimantan Barat untuk mencopot Rio dari jabatan SBM Ketapang. “Kami meminta Executive General Manager (EGM) Regional atau Sales Area Manager (SAM) Kalbar mencopot SBM Ketapang

RESPONSIVEKALBAR.COM, KETAPANG- Aksi mahasiswa memprotes kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berbuntut dugaan intimidasi.”Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang, Iqbal Khadafi, mengaku menerima tiga kali panggilan telepon setelah demonstrasi di sekitar area Jobber Ketapang pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Iqbal, yang juga menjadi koordinator aksi Cipayung Plus dan pemuda se-Kabupaten Ketapang, mengatakan penelepon mempertanyakan aksi teatrikal mendorong sepeda motor bersama pihak Jobber. Ia juga diminta membuat video klarifikasi dan permintaan maaf.

Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ketapang, Theo Bernadhi, mengecam dugaan intimidasi tersebut. Ia mendesak Pertamina Patra Niaga memberikan klarifikasi terbuka dan mengambil tindakan tegas terhadap Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Ketapang, Rio Fairuz Prambudi.

Menurut Iqbal, panggilan pertama masuk sekitar pukul 19.34 WIB, disusul pukul 19.42 WIB dan 21.41 WIB. Ia mengaku seluruh panggilan berasal dari nomor yang tidak dikenal.
“Betul ada kejadian tersebut. Saya tiga kali ditelepon, dan semua nomor tidak dikenal,” kata Iqbal saat dikonfirmasi pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Dalam panggilan pertama, kata Iqbal, penelepon mempertanyakan alasan mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan mendorong sepeda motor bersama pihak Jobber Ketapang. Penelepon juga meminta mahasiswa membuat video klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

Dua panggilan berikutnya, menurut Iqbal, berisi ajakan untuk bertemu langsung. Ia menolak karena menilai persoalan aksi demonstrasi dapat dijelaskan melalui telepon.“Saya menolak untuk bertemu. Kalau memang hanya ingin meminta penjelasan terkait aksi tersebut, saya kira cukup ditelepon saja,” ujarnya.

Iqbal menegaskan, aksi teatrikal itu telah disepakati seluruh peserta demonstrasi. Pihak Jobber, kata dia, juga diajak bergabung tanpa paksaan.“Aksi teatrikal dengan mendorong sepeda motor sudah disepakati oleh seluruh massa aksi. Kami mengajak pihak Jobber untuk bergabung. Kami tidak memaksa, hanya mengajak,” katanya.

Nama SBM Pertamina Muncul dalam Percakapan “Persoalan menjadi sorotan setelah Iqbal mengaku mengetahui bahwa nomor penelepon kedua yang mengajaknya bertemu merupakan milik Rio Fairuz Prambudi, SBM Pertamina Patra Niaga Ketapang.

Dalam percakapan yang disampaikan Iqbal, Rio disebut mengajak pertemuan langsung untuk membicarakan aksi demonstrasi. Rio juga menyinggung dugaan pencemaran nama baik.
“Jadi di situ ada tindak pidana pencemaran nama baik ya, Bang.

Kami sebenarnya ada solusi, cuma saya tidak mau lewat telepon dan mau ketemu langsung,” demikian pernyataan Rio sebagaimana dikutip dalam percakapan tersebut.Rio juga disebut mengatakan,“Saya punya hak menuntut abang.”Pernyataan itu dinilai Iqbal bernada ancaman. Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan pihak mahasiswa atas percakapan yang mereka alami.

Kepastian mengenai ada atau tidaknya unsur pidana tetap memerlukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.”Iqbal mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian pada Jumat, 16 Oktober 2026.“Kami juga sudah melaporkan kepada pihak kepolisian terkait kejadian ini, tadi siang,” ujarnya.

KAHMI: Jangan Bungkam Kritik Mahasiswa
Theo Bernadhi menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan hak mahasiswa yang harus dihormati. Menurut dia, peserta aksi telah menjaga jarak sekitar 500 meter dari halaman kantor Jobber Ketapang.

Ia mengatakan aksi teatrikal mendorong sepeda motor merupakan bagian dari cara ma”hasiswa menyuarakan persoalan kelangkaan BBM yang berdampak terhadap masyarakat.
“Di mana letak unsur pidananya? Itu jelas sebuah ancaman,” kata Theo.

Ia menduga polemik tersebut berkaitan dengan viralnya video aksi mahasiswa. Namun, dugaan itu merupakan penilaian Theo dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang terkonfirmasi.
Theo mengingatkan agar persoalan kelangkaan BBM tidak bergeser menjadi konflik personal antara pihak perusahaan dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

“Jangan sampai energi yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat justru habis hanya karena takut malu videonya viral. Pertamina harus menunjukkan sikap profesional, terbuka, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Theo, fokus utama semestinya tetap pada persoalan yang memicu demonstrasi, yakni kelangkaan BBM di Kabupaten Ketapang. Ia meminta Pertamina menjelaskan persoalan tersebut sekaligus memberikan keterangan terbuka mengenai dugaan komunikasi bernada intimidasi terhadap Ketua HMI.KAHMI Ketapang juga mendesak pimpinan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional maupun wilayah Kalimantan Barat untuk mencopot Rio dari jabatan SBM Ketapang.

“Kami meminta Executive General Manager (EGM) Regional atau Sales Area Manager (SAM) Kalbar mencopot SBM Ketapang. Jangan pernah menganggap suara mahasiswa sebagai ancaman. Mereka hadir menyampaikan persoalan yang dirasakan masyarakat,” kata Theo.

Ia menegaskan, jika terdapat keberatan terhadap aksi atau pernyataan mahasiswa, pihak yang merasa dirugikan dapat menempuh mekanisme hukum yang berlaku.“Jika ada keberatan, silakan gunakan mekanisme yang berlaku. Namun, jangan sampai muncul kesan bahwa kritik terhadap pelayanan publik harus dibayar dengan tekanan atau ancaman,” ujarnya.

Kini, polemik tersebut menyisakan dua persoalan yang perlu dijawab: bagaimana Pertamina memastikan pelayanan dan distribusi BBM di Ketapang berjalan baik, serta bagaimana perusahaan menanggapi laporan dugaan intimidasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

Klarifikasi Pertamina Patra Niaga dan perkembangan penanganan laporan kepolisian menjadi penting agar persoalan ini terang berdasarkan fakta, bukan berkembang menjadi saling tuding.

Penulis : red/an/fs

Sumber :Ketua HMI Ketapang,Iqbal Khadafi/Theo Bernadhi 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *