RESPONSIVE.KALBAR.COM,KETAPANG –Musim kemarau yang dibarengi kabut asap mulai memukul kesehatan warga Ketapang. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya 110 orang tercatat menjalani pengobatan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Lonjakan pasien terjadi sepanjang Juni hingga Juli 2026. Data rumah sakit menunjukkan sebagian besar penderita datang sebagai pasien rawat jalan, sementara sisanya harus menjalani perawatan di ruang inap maupun mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RSUD dr Agoesdjam Ketapang, dr Basaria, mengatakan rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bertambahnya pasien seiring cuaca panas ekstrem dan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.
“Kami akan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang berobat dengan keluhan sesak napas akibat musim panas ataupun kabut asap saat ini,” kata Basaria saat dihubungi, Selasa, 4 Agustus 2026.
Rekap kunjungan pasien menunjukkan tren peningkatan. Pada Juni, pasien ISPA berstatus rawat jalan tercatat 37 orang. Sebulan kemudian jumlahnya melonjak menjadi 61 orang.
Pasien yang membutuhkan rawat inap berjumlah empat orang pada Juni dan satu orang pada Juli. Sementara pasien dengan keluhan ISPA yang datang melalui IGD mencapai tujuh orang, terdiri atas empat pasien pada Juni dan tiga pasien pada Juli.
Secara keseluruhan, terdapat 110 kasus yang ditangani rumah sakit selama dua bulan terakhir.
Meski angka rawat inap tidak tinggi,Peningkatan kunjungan pasien rawat jalan menjadi indikator gangguan kesehatan akibat kualitas udara dan suhu panas mulai dirasakan masyarakat.
Basaria memastikan seluruh layanan, mulai dari pendaftaran, IGD hingga ruang perawatan, disiagakan untuk mengantisipasi bertambahnya pasien.
“Pelayanan maksimal akan kami berikan kepada warga. Harapan kami masyarakat tetap sehat dan terhindar dari dampak musim panas maupun kabut asap,” ujarnya.
RSUD juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di bawah terik matahari, memperbanyak konsumsi air putih, dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan*(sn/ok)**






