Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

1.000 Massa BPM Siap Kepung Kantor PLN Kalbar,Pemadaman Bergilir Picu Kemarahan

Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu. Selama masa perbaikan, PLN akan terus menyampaikan perkembangan penanganan melalui kanal komunikasi resminya.

BPM membawa sedikitnya tiga tuntutan. Organisasi tersebut meminta penghentian pemadaman bergilir, mendesak Pemerintah Pusat mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat

RESPONSIVE.KALBAR.COM,PONTIANAK-Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memicu gelombang protes. Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat memastikan akan mengerahkan sekitar 1.000 massa untuk menggelar demonstrasi selama dua hari mulai Rabu, 8 Juli 2026.

Massa dijadwalkan berkumpul di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, sebelum bergerak menuju Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat di Jalan Adi Sucipto Km 7,3, Kabupaten Kubu Raya. Aksi kemudian dilanjutkan ke Kantor PLN UP2B di Jalan Karya Baru dan Kantor PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki, Pontianak Selatan.

Ketua BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas pemadaman bergilir yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan memukul pelaku usaha kecil.

“Pemadaman ini berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat. UMKM nyaris lumpuh,” kata Eddy, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam demonstrasi itu, BPM membawa sedikitnya tiga tuntutan. Organisasi tersebut meminta penghentian pemadaman bergilir, mendesak Pemerintah Pusat mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat, serta meminta aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusut penyebab krisis pasokan listrik.

Eddy memperkirakan sekitar 1.000 peserta akan mengikuti aksi menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Ia mengimbau seluruh peserta tetap menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi berlangsung.

“Kami ingin aksi berjalan tertib, aman, dan kondusif,” ujarnya.

Di sisi lain, PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman bergilir dilakukan akibat menurunnya kemampuan pasok listrik di Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat. Penyebabnya adalah kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Manager Komunikasi PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan gangguan tersebut membuat sistem belum dapat beroperasi secara optimal.

“Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah sesuai kebutuhan operasional,” kata Mukhlis.

Menurut dia, persoalan itu tidak berkaitan dengan pasokan energi primer maupun batu bara yang masih dalam kondisi aman. PLN, kata Mukhlis, sedang memaksimalkan seluruh pembangkit yang tersedia dan menambah pasokan dari pembangkit milik mitra kerja guna mempercepat pemulihan.

Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu. Selama masa perbaikan, PLN akan terus menyampaikan perkembangan penanganan melalui kanal komunikasi resminya.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan tersebut dan berharap masyarakat dapat bersabar hingga sistem kelistrikan kembali normal.(*)***

Sumber :Ketum BPM kalbar  Gusti Edi 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *