RESPONSIVE.KALBAR.COM,JAKARTA –Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan layanan angkutan laut perintis tetap berjalan untuk menjamin mobilitas masyarakat sekaligus menjaga distribusi barang kebutuhan pokok, terutama di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah menyiapkan 107 trayek kapal perintis yang akan beroperasi melayani daerah-daerah yang belum terjangkau layanan pelayaran komersial.
“Penyelenggaraan angkutan laut perintis merupakan bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil,” kata Dudy usai menghadiri Rapat Kerja Pembahasan Subsidi Kapal Perintis yang Melayani Pulau-Pulau Terluar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Dudy, keberadaan kapal perintis tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik dan kebutuhan pokok sehingga dapat membantu menekan kesenjangan harga antarwilayah.
Kemenhub, kata dia, akan terus mengevaluasi pelaksanaan trayek perintis agar layanan transportasi laut semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Program kapal perintis menjadi salah satu layanan transportasi bersubsidi yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarpulau serta mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).*(*)





