RESPONSIVE.KALBAR.COM,KETAPANG-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Asap dari kebakaran mulai menyelimuti permukiman warga dan menurunkan kualitas udara, memunculkan kembali kekhawatiran akan bencana kabut asap yang setiap tahun menghantui daerah tersebut.
Sejumlah titik kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan. Kondisi cuaca yang kering disertai minimnya curah hujan membuat api cepat merambat, sementara asap yang ditimbulkan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan mengenai langkah pemerintah daerah dalam merespons kondisi di lapangan.Hingga kini, masyarakat mulai mempertanyakan apakah kondisi yang terjadi sudah memenuhi syarat untuk penetapan status darurat atau status siaga kabut asap.Penetapan status tersebut penting karena dapat mempercepat mobilisasi sumber daya, memperkuat koordinasi lintas instansi, dan menjadi dasar berbagai langkah penanganan.
Kabut asap bukan hanya persoalan menurunnya jarak pandang. Dampaknya juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Apabila kebakaran terus meluas tanpa pengendalian yang efektif, risiko meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga akan semakin besar.
Karhutla di Ketapang kembali menunjukkan bahwa persoalan ini bukan semata akibat musim kemarau. Peristiwa yang terus berulang setiap tahun menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya pencegahan, pengawasan kawasan rawan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Pemerintah daerah diharapkan segera menyampaikan informasi yang terbuka mengenai perkembangan penanganan karhutla, termasuk status kebencanaan yang berlaku, luas lahan terdampak, langkah pemadaman, serta upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Transparansi menjadi penting agar masyarakat memperoleh kepastian informasi dan dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.*(ok)**






