RESPONSIVE.KALBAR.COM,PONTIANAK-Penanganan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi melalui praktik pemindahan atau “salin tangki” di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, perkembangan penanganan perkara tersebut dinilai belum memberikan kejelasan sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.
Sejumlah pihak berharap Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) dapat menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka. Pasalnya, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai sejauh mana proses penyelidikan atau penyidikan atas dugaan tersebut.
Minimnya informasi yang disampaikan kepada publik memunculkan harapan agar aparat penegak hukum memberikan kepastian mengenai status penanganan perkara, termasuk hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang telah dimintai keterangan maupun barang bukti yang telah diperoleh.
Masyarakat juga berharap proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, publik menginginkan penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Polda Kalbar terkait perkembangan penanganan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi melalui praktik salin tangki. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian dan akan memperbarui informasi setelah ada pernyataan resmi.*(cc/Ss/dm)*






