RESPONSIVE.KALBAR.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kabupaten Landak memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan pada 2025 dengan membangun dan merehabilitasi ratusan fasilitas sekolah, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan pemerintah daerah mengarahkan anggaran sarana dan prasarana pendidikan untuk memperbaiki kondisi sekolah yang dinilai masih membutuhkan peningkatan fasilitas.
“Pembangunan sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari fondasinya. Oleh karena itu, pada catatan sarpras tahun 2025 lalu, kami memfokuskan anggaran untuk membenahi fasilitas pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP. Kita ingin anak-anak Landak belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan fasilitas yang memadai,” kata Karolin saat audiensi di Kantor Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat di Pontianak, baru-baru ini.
Berdasarkan rencana kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Tahun 2025, jenjang SD memperoleh porsi pembangunan terbesar. Pemerintah akan membangun 28 ruang kelas baru serta merehabilitasi 76 ruang kelas.
Selain ruang belajar, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 12 ruang perpustakaan dan rehabilitasi 44 perpustakaan sekolah. Sarana pembelajaran diperkuat melalui pengadaan 1.074 set meubelair, sembilan paket buku, dan empat paket teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Perhatian juga diberikan kepada kesejahteraan tenaga pendidik. Pemerintah merencanakan pembangunan 24 rumah dinas guru serta rehabilitasi 13 rumah dinas lainnya.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan kita. Kita tidak hanya memikirkan ruang kelas untuk siswa, tetapi juga tempat tinggal dan ruang kerja bagi para guru. Dengan rumah dinas dan ruang guru yang layak, kami berharap bapak dan ibu guru bisa mengabdi dengan lebih fokus dan optimal,” ujar Karolin.
Untuk jenjang SMP, pemerintah akan membangun 11 ruang kelas baru dan merehabilitasi 51 ruang kelas. Fasilitas penunjang yang disiapkan meliputi pembangunan enam laboratorium IPA, rehabilitasi dua laboratorium, pembangunan 10 unit jamban dan rehabilitasi enam unit, pembangunan dua ruang perpustakaan beserta rehabilitasi empat ruang, delapan ruang UKS, dua paket TIK yang mencakup 30 unit komputer, serta 111 set meubelair.
Sementara itu, pada jenjang PAUD, pemerintah akan membangun tiga ruang kelas baru dan merehabilitasi dua ruang kelas. Program tersebut juga mencakup pembangunan empat paket area bermain beserta Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang, tujuh paket APE dalam ruang, serta revitalisasi dua satuan PAUD.
Karolin mengatakan tantangan pemerataan pendidikan di Kabupaten Landak tidak lepas dari kondisi geografis wilayah yang cukup luas. Karena itu, pembangunan akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang paling membutuhkan.
“Pembangunan ini bukan sekadar mengejar target jumlah bangunan, tetapi tentang menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Kabupaten Landak. Tidak boleh ada lagi sekolah yang tidak layak pakai. Pendidikan yang berkualitas adalah hak setiap anak Landak, di mana pun desa mereka berada,” katanya.
Selain pembangunan ruang belajar, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas sanitasi berupa 12 ruang jamban di SD, 10 unit jamban di SMP, dan dua ruang jamban di PAUD. Program tersebut turut mencakup pembangunan pagar sekolah di seluruh jenjang serta tiga paket rabat beton di lingkungan SMP untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.*(ok)***
Sumber : Bupati Landak Kar0lin






