RESPONSIVE.KALBAR.COM,KETAPANG-Gelombang desakan agar kasus dugaan keterlibatan tiga anggota polisi dalam jaringan narkoba dibuka secara terang kepada publik mulai menguat. Front Perjuangan Rakyat Ketapang meminta Polres Ketapang tidak berhenti pada pemeriksaan internal, tetapi segera mengumumkan perkembangan perkara secara terbuka.
Ketua FPRK, Isa Anshari, menilai kasus dugaan keterlibatan tiga oknum anggota Polsek Manis Mata menjadi ujian serius bagi komitmen pemberantasan narkoba di wilayah Ketapang.
“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika terbukti terlibat, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” kata Isa dalam surat terbuka tertanggal 27 Mei 2026.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolres Ketapang, Kasat Narkoba, dan para Kapolsek itu, FPRK mendesak aparat segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait sejauh mana keterlibatan para oknum polisi tersebut.
Menurut Isa, keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di tengah maraknya peredaran narkoba di daerah.
“Kami meminta Polres Ketapang segera melakukan pres rilis agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan tidak muncul spekulasi liar,” ujarnya.
FPRK juga meminta langkah tegas diterapkan terhadap anggota kepolisian yang terbukti bermain dalam jaringan narkotika, termasuk pemberhentian tidak hormat.
Isa menegaskan, pemberantasan narkoba tidak akan berhasil apabila aparat penegak hukum justru ikut terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.
“Kalau ada anggota yang terbukti terlibat, jangan hanya dipindahkan atau diperiksa internal. Harus diproses hukum dan dipecat,” katanya.
Selain mendesak aparat, FPRK turut mengajak masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga pemerintah desa untuk aktif melawan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Menurut Isa, peredaran narkotika kini tidak lagi mengenal batas usia maupun wilayah dan telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Ketapang.
“Kita tidak bisa melawan narkoba sendiri-sendiri. Semua elemen masyarakat harus bersatu menyelamatkan generasi muda dari kehancuran,” tutupnya.*(sh/dn/rs)**
Sumber : Isa Ketum FPRKÂ






