Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tradisi Menjangkap Buah di Penyarang: Antara Syukur Panen dan Upaya Menjaga Warisan Budaya

Melainkan juga sebagai ruang edukasi budaya. Nilai-nilai seperti kesabaran, penghormatan terhadap alam, serta kewajiban menjaga tembawang sebagai warisan leluhur kembali ditegaskan.

Menjangkap Buah tidak hanya dimaknai sebagai seremoni panen, melainkan juga sebagai ruang edukasi budaya. Nilai-nilai seperti kesabaran, penghormatan terhadap alam, serta kewajiban menjaga tembawang sebagai warisan leluhur kembali ditegaskan dalam setiap kegiatanya
RESPONSIVE.KALBAR.COM,KETAPANG-Musim buah hutan kembali menjadi penanda penting bagi masyarakat di wilayah Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang. Di tengah rimbunnya tembawang, masyarakat menyambut masa panen durian dan berbagai buah hutan dengan sebuah tradisi turun-temurun yang disebut Menjangkap Buah, yang digelar di Desa Penyarang, Sabtu, 4 Juli 2026.

Tradisi ini tidak sekadar menjadi penanda datangnya musim panen, melainkan juga momentum pulang kampung bagi para perantau. Mereka kembali ke kampung halaman di kawasan Kecamatan Jelai Hulu untuk berkumpul di tembawang, mempererat ikatan keluarga, serta mengikuti ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Jelai Sekayoq.

Ritual berlangsung dalam suasana khidmat dengan iringan musik tradisional Senggayong. Di tengah kebersamaan itu, masyarakat menyampaikan rasa syukur atas limpahan hasil alam sekaligus menegaskan kembali relasi harmonis antara manusia dan lingkungan.

Bagi masyarakat setempat, Menjangkap Buah tidak hanya dimaknai sebagai seremoni panen, melainkan juga sebagai ruang edukasi budaya. Nilai-nilai seperti kesabaran, penghormatan terhadap alam, serta kewajiban menjaga tembawang sebagai warisan leluhur kembali ditegaskan dalam setiap pelaksanaannya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang turut hadir dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong tradisi ini masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas daerah sekaligus fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Selain ritual adat, Pemerintah daerah juga menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga pembagian vitamin bagi warga Desa Penyarang dan desa sekitar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di sela kegiatan, pemerintah juga menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan menuju kawasan desa. Akses tersebut dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi dan potensi wisata budaya di wilayah Kabupaten Ketapang.

Melalui momentum Menjangkap Buah, pemerintah daerah dan masyarakat kembali menegaskan satu hal: pembangunan tidak dapat dilepaskan dari akar budaya. Keduanya harus berjalan beriringan agar kemajuan tidak mengikis identitas, melainkan memperkuatnya.*(*)*

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *