RESPONSIVE.KALBAR.COM.KETAPANG-Operasi penertiban terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali terjadi di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Kali ini, empat pekerja tambang dilaporkan diamankan aparat kepolisian dari lokasi tambang yang berada di kawasan Serinding.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, penindakan berlangsung sekitar pukul 03.30 WIB. Empat orang yang disebut diamankan masing-masing bernama Mordiandi, Nugi, Deki, dan Agustian. Mereka diduga bekerja pada aktivitas penambangan emas menggunakan mesin dompeng.
Menurut sumber yang mengetahui peristiwa tersebut, para Pekerja itu sempat dibawa ke Polsek Sandai sebelum akhirnya dipindahkan ke Polres Ketapang. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kronologi penangkapan maupun status hukum mereka.
Ketiadaan informasi resmi dari aparat membuat sejumlah pertanyaan belum terjawab. Apakah keempat orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka? Adakah barang bukti yang turut diamankan? Dan apakah penindakan ini merupakan bagian dari operasi yang lebih besar terhadap praktik PETI di wilayah Sandai?
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada jajaran Polres Ketapang, termasuk Kasat Reskrim. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan yang diberikan.
Di tengah minimnya informasi resmi, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera menyampaikan penjelasan yang utuh.Transparansi menjadi penting, bukan hanya untuk memastikan akurasi informasi yang beredar, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.
Persoalan PETI sendiri bukan isu baru di Kabupaten Ketapang. Aktivitas tambang tanpa izin telah lama menjadi perhatian karena dampaknya terhadap lingkungan dan tata kelola sumber daya alam. Karena itu, setiap langkah penindakan selalu menjadi sorotan publik, terutama ketika menyangkut konsistensi penegakan hukum dan keterbukaan informasi.
Untuk sementara, publik hanya bisa menunggu penjelasan resmi dari kepolisian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Serinding pada dini hari itu.*(Tim)***
(Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Polres Ketapang. Berita akan diperbarui setelah keterangan diperoleh.)






