RESPONSIVEKALBAR.COM,PONTIANAK-Pemprov Kalimantan Barat sedang mengkaji pembangunan waduk air payau atau air asin menjadi Air baku dan air minum.
Mitigasi Karhutla setiap tahun akibat kemarau panjang dan El Nino menyebabkan beberapa daerah di Kalbar mengalami krisis air minum. Kemarau panjang ini dan setiap tahun mengakibatkan air di Pontianak dan sekitarnya payau bahkan asin.
Tahun ini krisis air bersih dinilai yang sangat parah, Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan tidak hanya payau tetapi air menjadi asin. “Kondisi ini tentu berdampak langsung pada kesehatan masyarakat Kalbar,” kata Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan, baru-baru ini di Pontianak kepada media ini.
Untuk mengataasi hal tersebut Pemrpov Kalbar saat ini tengah mengkaji dan menyusun proposal pembangunan waduk berskala luas untuk dapat di konsumsi masyarakat Kalbar.
Lahan seluas 100 hektar yang tadinya diperuntukkan untuk Sport Centre akan dialihkan menjadi pembangunan waduk air bersih dan air minum.
“Pembangunan waduk ini tentu harus mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN,” ujarnya.
Wagub Kalbar Keisantus mendorong supaya pembangunan waduk ini segera terealisasi di tahun depan 2027.
Menurutnya, waduk ini merupakan Sistem Penyediaan Air Minum Regional, yaitu infrastruktur penyediaan air minum yang melayani kebutuhan lintas Kabupaten Kota bahkan Provinsi.
Waduk ini direncanakan akan mampu mengaliri Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah.
Dibangun di daerah Ambawang, waduk bersumber dari Sungai Landak atau Sungai Kapuas dan disalurkan ke PDAM setempat.
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan pembangunan waduk ini tidak menggunakan teknologi yang mahal tetapi solusinya dengan penyediaan lahan yang luas, kemudian sistem penyaluran dan penyulingan lewat alami melalui selang atau pipa besar serta melewati proses filtrasi yang mampu mengubah air yang semula payau menjadi bersih dan layak di konsumsi.(OK)






