RESPONSIVE.KALBAR.COM,KETAPANG-Laskar Jagadilaga melanjutkan safari politik dan kelembagaannya di Kabupaten Ketapang. Setelah bertemu Bupati, organisasi masyarakat itu menyambangi DPRD Kabupaten Ketapang pada Selasa, 7 Juli 2026. Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh mengingatkan agar kehadiran organisasi tersebut benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan menjadi pemicu persoalan baru.
Audiensi yang dipimpin Panglima Besar Laskar Jagadilaga, Daniel, itu menjadi bagian dari upaya organisasi membangun komunikasi dengan unsur pemerintah daerah dan legislatif. Pertemuan berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Ketapang.
Dalam pertemuan tersebut, Achmad Sholeh menegaskan organisasi masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Namun, menurut dia, kontribusi itu hanya akan bermakna jika dijalankan dalam koridor hukum, menjaga stabilitas daerah, dan mengawal kepentingan publik.
“Saya menyambut baik kehadiran Laskar Jagadilaga di Kabupaten Ketapang. Ormas ini saya harapkan bisa menjadi mitra yang turut menjaga suasana daerah tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Achmad.
Ia kemudian menyampaikan peringatan yang tegas kepada organisasi tersebut agar tidak menyimpang dari tujuan pembentukannya.
“Saya pesan jaga Kabupaten Ketapang selalu kondusif, tidak ada gerakan apa pun yang merugikan, dan kawal pembangunan Kabupaten Ketapang. Kalau hadir untuk masyarakat, maka hadirkan semangat keadilan dan kebersamaan,” ujarnya.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa DPRD menghendaki setiap organisasi masyarakat mengambil posisi sebagai pengawas sosial yang konstruktif, bukan menjadi alat kepentingan kelompok tertentu ataupun memicu gesekan di tengah masyarakat.
Di hadapan pimpinan DPRD, Panglima Besar Laskar Jagadilaga,Daniel, mengatakan organisasinya ingin membangun hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah dan DPRD sebagai bagian dari komitmen mengawal aspirasi masyarakat.
Menurut dia, Laskar Jagadilaga tidak hanya hadir sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga ingin menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan dan keadilan di Kabupaten Ketapang.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan Laskar Jagadilaga kepada unsur pimpinan daerah. Harapan kami, organisasi ini bisa menjadi wadah perjuangan masyarakat, menjaga kondusivitas, serta ikut mengawal pembangunan dan keadilan di Kabupaten Ketapang,” kata Daniel.
Ia menambahkan, organisasi yang dipimpinnya membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam menyerap aspirasi publik serta mendorong pembangunan yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat.
Rangkaian audiensi Laskar Jagadilaga sebelumnya juga dilakukan di Kantor Bupati Ketapang. Organisasi itu dijadwalkan menggelar deklarasi resmi pada 18 Juli 2026 di Pendopo Bupati Ketapang sebagai penanda dimulainya aktivitas organisasi di Kabupaten Ketapang*(*)**






