RESPONSIVE.KALBAR.COM,SAMBAS –Jalur alternatif di Dusun Aping, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, kembali menjadi perhatian warga. Di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu, masyarakat mengaku masih menyaksikan lalu lintas kendaraan angkutan barang yang diduga berasal dari negeri jiran.
Menurut sejumlah warga, kendaraan bertonase besar diduga rutin melintasi jalan yang membelah kawasan perkebunan sawit sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Sambas. Jalur tersebut, kata mereka, berada di luar lintasan resmi pemeriksaan lalu lintas barang.
“Kalau sedang ramai, jumlahnya bisa puluhan truk dalam sehari,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menyebut muatan yang diduga diangkut meliputi beras, gula, daging sapi, bawang merah, bawang putih, bawang bombai, sosis, hingga minyak goreng. Meski demikian, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai asal-usul maupun legalitas barang yang disebut warga.
Sorotan masyarakat juga mengarah pada keberadaan jalan alternatif yang disebut menjadi akses utama kendaraan tersebut. Sejumlah warga menduga pembangunan jalan itu berkaitan dengan kepentingan distribusi barang. Dalam keterangannya, mereka menyebut inisial BP dan DA. Namun hingga berita ini disusun, belum tersedia bukti yang dapat menguatkan dugaan tersebut dan kedua pihak belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Yang menjadi pertanyaan warga bukan hanya siapa yang berada di balik aktivitas itu, melainkan bagaimana kendaraan bertonase besar dapat berulang kali melintasi kawasan perbatasan tanpa kejelasan penjelasan dari otoritas yang berwenang.
Peristiwa pada 31 Maret 2026 menambah perhatian masyarakat. Saat itu, warga Desa Sebunga menghentikan sebuah truk yang mereka duga mengangkut barang dari Malaysia melalui jalur tidak resmi. Truk tersebut kemudian diserahkan kepada Polsek Sajingan Besar dengan disaksikan APH yang berada di lokasi.
Namun hingga kini belum ada penjelasan terbuka mengenai hasil penanganan perkara tersebut. Status barang yang diamankan, hasil penyelidikan, maupun ada tidaknya penetapan tersangka belum diumumkan kepada publik.
Bagi warga, persoalannya tidak lagi sebatas dugaan keluar-masuknya barang dari Malaysia. Mereka menilai yang perlu dijawab adalah sejauh mana pengawasan di kawasan perbatasan berjalan efektif dan bagaimana tindak lanjut aparat terhadap laporan masyarakat yang telah disampaikan.
Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak yang disebut warga serta aparat kepolisian dan instansi terkait. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima. Apabila klarifikasi diberikan, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.*(tim)






