RESPONSIVE.KALBAR,PONTIANAK–Penanganan dugaan korupsi yang tengah menjadi perhatian publik di Kalimantan Barat memasuki fase yang dinilai krusial. Setelah berbagai fakta, dokumen, dan keterangan mulai terungkap ke permukaan, sorotan kini tertuju pada langkah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar).
Publik tidak hanya menunggu penetapan tersangka atau pengungkapan kerugian negara. Lebih dari itu, masyarakat menanti keberanian aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa aktor utama yang diduga merancang, mengendalikan, dan menikmati keuntungan dari kegiatan yang kini menjadi objek penyelidikan tersebut.
Berbagai kalangan menilai pengusutan perkara tidak boleh berhenti pada pelaksana teknis atau pihak lapangan semata. Penegakan hukum yang berkeadilan harus mampu menelusuri rantai pengambilan keputusan, aliran anggaran,serta pihak-pihak yang diduga memiliki peran strategis dalam lahirnya kebijakan dan pelaksanaan kegiatan yang dipersoalkan.
Dalam sejumlah kasus korupsi besar, aktor intelektual kerap berada jauh dari garis depan. Mereka tidak selalu muncul dalam dokumen resmi maupun proses pelaksanaan proyek, namun diduga memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan dan penggunaan anggaran.
Karena itu, langkah Kejati Kalbar ke depan akan menjadi ujian penting bagi komitmen pemberantasan korupsi di daerah.Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan, profesional, dan mampu menyentuh seluruh pihak yang terbukti terlibat tanpa pandang bulu.
Kini perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah aparat penegak hukum mampu menembus lapisan terdalam perkara ini dan mengungkap siapa sesungguhnya aktor yang paling bertanggung jawab di balik dugaan korupsi tersebut?
Jawaban atas pertanyaan itu menjadi penentu apakah penanganan kasus ini akan dikenang sebagai pengungkapan tuntas atau justru berhenti di tengah jalan.*(Tim)**
Sumber : SK,napak tilas 2022-2024






