RESPONSIVEKALBAR.COM-
Smelter terbesar di Pulau Pelapis, Kalimantan Barat, adalah Smelter Alumina dan Aluminium milik PT Dharma Inti Bersama (DIB), anak perusahaan Harita Grup. Smelter ini berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar Rp50-59 triliun
Smelter ini dirancang untuk mengolah bauksit menjadi alumina dan aluminium, dengan kapasitas produksi yang signifikan. Namun, proyek ini juga menuai kontroversi karena dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan, seperti penurunan hasil tangkapan ikan dan kekhawatiran tentang pembuangan limbah ke laut
AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang, Kalimantan Barat, masih menjadi sorotan masyarakat. Warga Desa Pelapis dan sekitarnya mempertanyakan keabsahan dokumen AMDAL perusahaan, karena mereka tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunan dan pembahasan dokumen tersebut
Masyarakat juga mencurigai bahwa perusahaan membuang limbah hasil pengerjaan ke laut tanpa pengolahan, yang dapat mencemari lingkungan dan mengancam kehidupan laut. Mereka menuntut agar perusahaan memberikan klarifikasi dan transparansi terkait dokumen AMDAL dan aktivitasnya
Beberapa warga bahkan mengaku dilarang masuk ke lokasi proyek dan tidak diperbolehkan mengambil foto, yang membuat mereka semakin curiga. Pemerintah daerah dan kementerian terkait diminta untuk melakukan investigasi terbuka dan memastikan perlindungan lingkungan dan keadilan bagi masyarakat
Ini kata pakde warga pelapis dalam pembahasan AMDAL PT .DIB di hotel Ibis Pontianak .
Sementara itu menurut keterangan pakde salah satu warga pelapis yang berada di hotel Ibis beberapa waktu lalu mengatakan bahwa mereka sempat di bawa pergi makan saat pembahasan mengenai AMDAL PT .DIB .
Selain itu juga mereka tidak berikan ruang untuk mengikut kegiatan yang di laksanakan di hotel Ibis, serta mereka berangkatpun menggunakan dana pribadi dan tidak menggunakan dana perusahaan ujarnya saat di temui di lobi hotel Ibis pada beberapa waktu lalu .
Pada hal kami hanya ingin mengetahui saja tentang apa yang mereka sampaikan.
Sumber: pakde warga pelapis
Lapor. : wartawan Kalbar har
Editor. : timred











