Responsivekalbar.com-,Polres Sanggau-Polres Sanggau bersama Polsek Kapuas memberikan Tali Asih kepada Anggota KPPS Pasca Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024 di wilayah Kecamatan Kapuas Kabupten Sanggau.
Kegiatan penyerahan Tali Asih dilaksanakan oleh PS. Kasat Intelkam Polres Sanggau Iptu Suhartoto didampingi Kapolsek Kapuas Iptu Marianus bersama PS. Kanit I Sat Intelkam Polres Sanggau Aiptu Adi Kusumajaya dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Sengkuang Briptu Untung Ardianto.
Sebelum dilaksanakan penyerahan Tali Asih terlebih dahulu dilaksanakan koodinasi bersama PPS Kelurahan Tanjung Kapuas dan PPS Kelurahan Sungai Sengkuang untuk mendatakan anggota KPPS yang sedang sakit.
Iptu Suhartoto mengatakan penyerahan Tali Asih tersebut diserahkan kepada Sdr. Wahyudi alamat Jl. Dr. Surono Kelurahan Sungai Sengkuang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau selaku ketua KPPS TPS 01 Kelurahan Sungai Sengkuang yang menderita sakit pasca pemungutan dan penghitungan suara dan Sdri. Emi alamat Lingk. Sompu Kelurahan Tanjung Kapuas Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau selaku anggota KPPS TPS 17 Kelurahan Tanjung Kapuas yang sedang hamil saat pemungutan dan penghitungan suara sehingga dibantu oleh suaminya.
Polres Sanggau berikan Tali Asih Kepada Anggota KPPS Pasca Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024
Sementara Tali Asih yang diberikan berupa Beras 10 kg, Mie Instan 1 Kardus, Minyak Goreng 2 Kg, Gula 1 Kg,Kopi 1 kg,Teh 1 Kotak dan Uang santunan.
Dalam giat penyerahan Tali Asih, Kasat Intelkam Polres Sanggau dan Kapolsek Kapuas memberi dukungan dan mendoakan agar lekas sembuh serta mengucapkan terima kasih karena telah melaksanakan tugas pemungutan dan penghitungan suara dengan baik, aman dan lancar sehingga layak mendapat julukan pahlawan demokrasi.
Iptu Suhartoto mengungkapkan bahwa penyerahan Tali Asih kepada anggota KPPS merupakan bentuk kepedulian Polres Sanggau terhadap pejuang demokrasi yang telah melaksanakan tugasnya pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara sehingga dapat berjalan aman dan lancar.**(asm)**
warga desa Kalinilam kecamatan Delta Pawan mengaku jadi korban sindikat jual beli mobil bodong, surat asli tapi palsu (aspal). Pelakunya diduga kelompok Debt Colektor. Akibatnya, korban alami kerugian sebesar Rp 200 juta.
Ditengah bergulirnya penyidikan, masyarakat Ketapang menaruh perhatian besar terhadap penanganan kasus ini. Publik berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang memiliki posisi strategis dalam struktur kegiatan
Sejumlah pejabat penting daerah tercatat menduduki posisi strategis, mulai dari pembina, pengarah, hingga penanggung jawab utama. Keterlibatan mereka menandakan bahwa kegiatan ini berada dalam lingkup pengawasan langsung elite birokrasi.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Syaiful Hidayat menambahkan bahwa seluruh pekerja, baik formal maupun informal, menjadi prioritas untuk mendapatkan perlindungan.
perbedaan informasi antara pernyataan publik dengan data administrasi negara berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, khususnya yang sedang berhadapan dengan persoalan agraria.
Kasus ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat secara umum. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut secara transparan dan profesional.