responsivekalbar-Progres pembangunan turap sepanjang kurang lebih 93 meter di Jalan Pendawan Desa Desa Pendawan, Pendawan, Kabupaten Sambas telah mencapai lebih 80 persen.
Pasalnya dari keterangan Azhak (51) selaku RT 01 RW 02 Dusun Inti saat diwawancara wartawan Sabtu (9/12/2023) mengungkapkan, bahwa pembangunan turap tersebut sudah diidamkan oleh warga sejak puluhan tahun.
“Dengan adanya pembangunan turap ini, saya sangat mendukung dan bersyukur, apalagi masyarakat juga mendukung dan memang ini sudah lama diajukan, mungkin puluhan tahun,” ujarnya.
Dia bercerita, sebelum dibangunnya turap atau dinding penahan pergeseran lateral tanah tersebut, kondisi sebelumnya hanya pepohonan dan jalan sekitar lebar tiga meter. Warga khawatir jika tidak dilakukan penurapan, akan terjadi pergeseran tanah ke anak sungai sehingga dikhawatirkan menutupi anak sungai.
Selain untuk menyelamatkan anak sungai untuk memperlancar aliran air, di lokasi pembangunan turap ini juga akan menjadi pusat perdagangan masyarakat setempat.
“Manfaatnya bagi masyarakat, bisa digunakan untuk jalan kaki, jualan dan rencananya untuk tempat jualan dan santai seperti jualan sore kuliner pada sore hari dan jualan sayur pada pagi hari. Tentunya ini akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” kata Azhak.
Azhak kembali menegaskan, bahwa terkait pembangunan turap tersebut tidak ada masalah, karena pengerjaan proyek tersebut sudah sesuai yang diinginkan masyarakat serta sesuai dengan yang diusulkan masyarakat melalui melakukan musyawarah.
Sementara itu, Kabid SDA selaku PPTK Dinas PUPR Provinsi Kalbar Juanda mengungkapkan, bahwa progres pengerjaan turap sepanjang sekitar 93 meter tersebut sudah mencapai lebih dari 80 persen yang ditargetkan Desember 2023 ini selesai.
“Panjang semula sebelum addendum itu, hanya 83 meter, kemudian setelah addendum mendapat tambahan menjadi 93 meter kurang lebih nambahnya 10 meter, itu addendum terhadap material dan alat,” ujarnya.
“Saya lihat ini sudah lebih 80 persen dan pengerjaannya sudah selesai di Desember ini,” ujarnya.
Adapun sumber dana yang digunakan adalah melalui APBD murni Provinsi Kalbar tahun 2023 dengan total anggaran Rp1 miliar lebih.
Pengerjaan proyek turap tersebut lanjut Juanda, memang sudah berdasarkan usulan dari masyarakat melalui proses dan tahapan yakni Musrenbang sehingga masuk pada program prioritas dan direalisasikan oleh pemerintah melalui Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat.
Kehadiran lembang turap ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kedepannya semoga apa yang telah direncanakan berjalan dengan lancar, karena ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Terutama area ini akan menjadi tempat perdagangan masyarakat. Mudah-mudahan inj membuat kesenangan dan kebahagiaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.(Rkcern)tim liputan responsive Kalbar)











