Responsivekalbar.com
KetapangĀ
Kegiatan Napal Tilas Jilid 1 dan 2 yang dilaksanakan di Kabupaten Ketapang tahun 2023 dan 2024, masih dipenuhi sengkarut.
Pasalnya kegiatan akbar yang dihelat saat kepemimpinan Bupati Martin Rantan periode kedua tersebut, diduga banyak penyimpanan.
Puluhan Milyar dana APBD Ketapang yang diindikasikan dititipkan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Ketapang seolah raib tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Ketua Koalisi Mahasiswa Peduli Daerah Ketapang (KOMPAK), M.S.menyatakan sikap mereka mendukung pengungkapan kasus Napak Tilas jilid 1 dan 2 karena dinilai telah merugikan keuangan negara.7/7/2025
“Kami merespon positif Kajati Kalbar yang telah mulai menguak kasus Napak Tilas ini. Beberapa pejabat eselon 2 dan 3 yang sudah dipanggil menunjukan niat untuk penegakan hukum”Ujar.MS.
Ditambahkan oleh Mahasiswa Untan Pontianak ini, bahwa jika tidak ada kemajuan berarti dalam penyelidikan dan pemeriksaan oknum oknum yang diduga terlibat dalam kegiatan Napak Tilas 1 dan 2 maka mahasiswa Ketapang yang ada di Pontianak akan mengeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.
” Jika hingga bulan Juli ini belum ada penetapan status kasus napak tilas, kami akan “serang” kantor tersebut dengan ratusan massa. Biar semua pihak bergegas untuk mengungkap kasus ini” ujar MS, yang berkuliah di Untan Pontianak ini.
Terkait masalah Napak Tilas 1 dan 2 ini, beberapa waktu yang lalu beberapa pejabat di Pemkab Ketapang telah dipanggil oleh Kajati Kalbar dan Polda Kalbar antara lain, JF Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, H.DN Kadis PUPR Ketapang, MFY Sekretaris Dinas, DH Asisten Setda Ketapang serta beberapa orang panitia lainnya antara lain GK.(*/*)






