RESPONSIVEKALBAR.COM, BENGKAYANG-Pembangunan di wilayah perbatasan tidak cukup hanya mengandalkan semangat. Akses jalan, fasilitas umum, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga.
Komitmen itu mengemuka dalam pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan ke-130 Tahun 2026 yang digelar Kodim 1209/Bengkayang di lapangan Kantor Camat Siding, Dusun Sebujit, Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Selasa (13/10/2026).
Upacara pembukaan dipimpin Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan desa, khususnya di kawasan perbatasan yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses.
Dalam sambutannya, Syamsul Rizal menegaskan bahwa TMMD merupakan program positif yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Akses Jalan Jadi Perhatian
Salah satu sasaran yang menjadi perhatian dalam program TMMD kali ini adalah perbaikan akses jalan dan pembangunan fasilitas umum. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil bumi, serta membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi desa.
Bagi masyarakat perbatasan, kondisi akses transportasi dapat menentukan kemudahan menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pembangunan jalan dan fasilitas pendukung diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus membantu mengurangi hambatan mobilitas warga.
Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Manfaatnya bagi masyarakat, kualitas hasil pekerjaan, dan keberlanjutan pemeliharaan juga menjadi faktor penting agar infrastruktur dapat digunakan dalam jangka panjang.
Perkuat Gotong Royong TNI dan Rakyat
Selain pembangunan fisik, TMMD menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang dibangun melalui program ini diharapkan mempererat hubungan antara prajurit dan warga sekaligus memperkuat persatuan di wilayah perbatasan.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang bersama Kodim 1209/Bengkayang berharap pelaksanaan TMMD ke-130 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Siding.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya keberlanjutan program dengan memperhatikan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat setempat. Warga pun diharapkan ikut menjaga serta merawat hasil pembangunan agar manfaatnya tidak berhenti setelah kegiatan TMMD selesai.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan TMMD bukan semata-mata pada pembangunan yang terlihat saat upacara penutupan. Yang lebih penting adalah sejauh mana jalan menjadi lebih mudah dilalui, fasilitas publik semakin bermanfaat, dan kehidupan masyarakat perbatasan memperoleh dukungan pembangunan yang berkelanjutan.*(timred)**
Sumber :(Pendim 1209/Bky)






