Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

JEJAK SAHAM DALAM SKANDAL BAUKSIT KALBAR:DIDUGA”NAMA BUMI RAYA UTAMA GRUP IKUT TERSERET?

Perkara tata niaga bauksit Kalimantan Barat tampaknya tidak hanya berbicara soal tambang, melainkan juga soal jaringan kepemilikan,relasi bisnis, dan pihak-pihak yang berada di balik layar industri bernilai triliunan rupiah

poto salah satu lokasi tambang boksite di kabupaten milik PT.Qss di ketapang

RESPONSIVE.KALBAR.COM,PONTIANAK-Penyidikan dugaan korupsi tata niaga bauksit di Kalimantan BaraTambah Post terus bergulir.Setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah tersangka, perhatian kini mengarah pada jaringan korporasi yang berada di sekitar bisnis bauksit yang tengah diperiksa penyidik.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah struktur kepemilikan saham PT Quality Sukses Sejahtera (QSS),perusahaan yang masuk dalam pusaran perkara tersebut.
Data perusahaan menunjukkan PT Kurnia Jaya Raya menguasai 30 persen saham PT Quality Sukses Sejahtera. Porsi itu menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu pemegang saham terbesar di QSS.
Pertanyaannya, siapa sebenarnya yang berada di belakang PT Kurnia Jaya Raya?
Sejumlah sumber industri pertambangan di Kalimantan Barat menyebut perusahaan itu memiliki keterkaitan dengan Bumi Raya Utama Grup. Jika hubungan korporasi tersebut dapat dibuktikan melalui dokumen resmi, maka penyidik berpotensi menelusuri lebih jauh peran dan hubungan bisnis antarentitas dalam rantai tata niaga bauksit yang kini sedang diusut.
Sorotan tidak berhenti pada kepemilikan saham.
PT Quality Sukses Sejahtera diketahui juga memiliki hubungan kerja sama penyediaan material bauksit dengan PT Bumi Raya Utama Industries Logam. Hubungan bisnis itu memunculkan pertanyaan baru mengenai bagaimana rantai pasok bauksit berjalan dan siapa saja pihak yang memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut.
Hingga kini Kejaksaan Agung belum mengumumkan adanya status hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang disebut memiliki hubungan bisnis dengan QSS.Namun sejumlah kalangan menilai penyidikan akan sulit mengungkap gambaran utuh perkara apabila hanya berhenti pada pelaku operasional tanpa menelusuri struktur kepemilikan dan afiliasi korporasi.

Pengamat tata kelola pertambangan menilai penyidik perlu mengurai keterkaitan antarperusahaan, beneficial owner, aliran komoditas, hingga aliran keuntungan yang muncul dari aktivitas perdagangan bauksit selama periode yang menjadi objek penyidikan.
Langkah itu penting untuk menjawab satu pertanyaan mendasar: apakah persoalan tata niaga bauksit Kalimantan Barat hanya melibatkan individu tertentu, atau terdapat jaringan korporasi yang lebih luas di belakangnya?
Tim“Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PT Bumi Raya Utama Industries Logam terkait hubungan perusahaan dengan PT Kurnia Jaya Raya maupun PT Quality Sukses Sejahtera.Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima.

Penyidikan masih berlangsung. Sejumlah fakta hukum belum terungkap. Namun satu hal mulai terlihat: Perkara tata niaga bauksit Kalimantan Barat tampaknya tidak hanya berbicara soal tambang, melainkan juga soal jaringan kepemilikan, relasi bisnis, dan pihak-pihak yang berada di balik layar industri bernilai triliunan rupiah.*(Ss/di/si)
Sumber : Dukumen akte pendirian Perusahaan,dari bebagai sumber lainya .

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *