“Mendapatkan informasi dari masyarakat via telpon dan informasi di medsos (Instagram) melalui akun melawi.informasi bahwa adanya percobaan aksi begal di Jalan Baru (Inpress) Desa Batu Buil menuju Desa Batu Ampar Kec. Belimbing Kab. Melawi. (25/3) malam.
Kapolres Melawi AKBP Muhammad Syafi’i,melalui Kapolsek Belimbing Iptu Tri Jumadi menyampaikan setelah mendapat kan informasi dari masyarakat personil polsek Belimbing bergerak cepat mendatangi TKP dan mendangi saksi terkait adanya informasi percobaan aksi begal di Jalan Baru (Inpress) Desa Batu Buil menuju Desa Batu Ampar Kec. Belimbing Kab. Melawi.
“Personil piket tiba di TKP dan tidak ada menemukan saksi di lokasi tersebut untuk dimintai keterangan, namun Personil polsek mendatangi saksi di kediaman nya di Desa Batu Ampar dan meminta keterangan langsung kepada saksi” jelas kapolsek.
Sementara itu Hadi Widodo orang yang sempat dikatakan korban begal, saat di datangi petugas kerumahnya menyampaikan kronologis sebenarnya kepada personil Polsek Belimbing.
“Saya berangkat dari Desa Batu Ampar menuju Desa Batu Buil dengan mengendarai sepeda motor seorang diri. Setibanya di Jl. Inpress Desa Batu Buil (sekitaran simpang masuk Jalan RSUD Belimbing), saya melihat 4 orang yang sedang berjalan kaki dan ketika melintasi 4 orang tersebut saya, melihat salah satu dari orang-orang tersebut seperti ingin meraih sepeda motor saya namun tidak sampai” Jelasnya.
Sigap Polsek Belimbing Tangapi Informasi Dari Warga.dalam penangan informasi ,serta Kapolres minta masyarakat bijak bersosmet.
“Saya ketakutan dan melanjutkan pergi menuju Desa Batu Buil. Setibanya di Desa Batu Buil saya menelpon keluarganya di Desa Batu Ampar dan melaporkan bahwa ada yang ingin membegal saya. Kemudian beberapa warga Desa Batu Ampar pergi ke lokasi yang saya sebutkan dan 4 orang tersebut sudah tidak ada di lokasi. Setelah itu saya dan warga kembali ke Desa Batu Ampar bersama-sama” Sambung nya.
Hadi Widodo menegaskan bahwa tidak ada motor korban yang diamankan olehnya maupun para warga seperti berita yang beredar di medsos, dan tidak mengetahui siapa yang menyampaikan informasi tersebut di media sosial.
Kasubsi Penmas Polres Melawi Aipda Arbain mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
“Cari dulu kebenarannya, tanya dengan sumber yang jelas sebelum kita menginformasikan kepada orang lain. Kami juga berharap warga bisa menginfokan kepada pihak keamanan tentang kejadian-kejadian yang ada dimasyarakat. Dan terimakasih kami sampaikan kepada warga yang selalu membantu kami dalam memberikan informasi”. Imbaunya. *(Arb)***
warga desa Kalinilam kecamatan Delta Pawan mengaku jadi korban sindikat jual beli mobil bodong, surat asli tapi palsu (aspal). Pelakunya diduga kelompok Debt Colektor. Akibatnya, korban alami kerugian sebesar Rp 200 juta.
Ditengah bergulirnya penyidikan, masyarakat Ketapang menaruh perhatian besar terhadap penanganan kasus ini. Publik berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang memiliki posisi strategis dalam struktur kegiatan
Sejumlah pejabat penting daerah tercatat menduduki posisi strategis, mulai dari pembina, pengarah, hingga penanggung jawab utama. Keterlibatan mereka menandakan bahwa kegiatan ini berada dalam lingkup pengawasan langsung elite birokrasi.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Syaiful Hidayat menambahkan bahwa seluruh pekerja, baik formal maupun informal, menjadi prioritas untuk mendapatkan perlindungan.
perbedaan informasi antara pernyataan publik dengan data administrasi negara berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, khususnya yang sedang berhadapan dengan persoalan agraria.
Kasus ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat secara umum. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut secara transparan dan profesional.