Responsivekalbar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kalimantan Barat terima kunjungan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat USAID, Selasa (3/10/2023).
Kunjungan dari USAID sendiri dalam rangka untuk meninjau dan berdiskusi bersama BPBD Kalbar tentang kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Kalbar.
Sebagaimana diketahui, USAID merupakan badan independen dari pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan dan kemanusian untuk negara-negara lain.
Dalam kunjungan yang dilaksanakan di ruang Rapat BPBD Kalbar, USAID mencoba menawarkan bantuan kepada BPBD Kalbar berupa peralatan Pemadam Kebakaran atau Damkar dan peralatan untuk pengelolaan lahan gambut.
Merespon penawaran tersebut, Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel dengan tegas tidak ingin menerima bantuan tersebut. Dengan alasan bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kalbar telah cukup.
“Jika ingin memberikan bantuan, lebih baik diberikan langsung kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan terjadi karhutla,” kata Daniel.
Menurutnya, dengan adanya peralatan Damkar di wilayah rawan akan sangat membantu penanganan karhutla berjalan lebih cepat.
Disamping itu, dalam pemaparannya Daniel menyebutkan bahwa terdapat beberapa wilayah di Kalbar yang masih mengalami musibah karhutla.
“Hari ini terdapat beberapa titik di Kabupaten Ketapang, Bengkayang, Singkawang dan Mempawah yang kondisinya masih berasap,” kata Daniel.
Selanjutnya, ia menambahkan dalam menindaklanjuti karhutla BPBD Kalbar akan melakukan Water Booming untuk wilayah yang sulit sumber air.
“Dibeberapa tempat yang sulit dijangkau satgas darat kami akan pergunakan Water Booming,” ujarnya.
Sementara itu, saat dimintai keterangan mengenai kejadia peristiwa karhutla di Kalbar pihak USAID memilih tidak memberi tanggapan dan meninggalkan kantor bpbd Setelah berpoto poto di halaman kantor bpbd (#G***rk)











