Responsivekalbar.com
Ketapang.
Sejak beberapa minggu terakhir, masyarakat Ketapang merasa gerah. Pasalnya di pasar pasar,pertokoan, lampu merah dan tempat lainnya banyak dijumpai pengemis dan pengamen.
Pengemis musiman ini nampaknya berasal dari luar provinsi sedangkan pengamen yang ada di Ketapang nampaknya sudah menetap dan menjadikan mengamen sebagai pekerjaan utama mereka.
Nur Ashari dari LSM Bina Masyarakat Mandiri (BIMMA) Ketapang menyatakan bahwa saat ini banyak ditemui pengamen yang berkeliaran dari warung kopi, rumah makan,warung lamongan dan tempat tongkrongan lainnya.
” Pengamen ini ada yang solo(sendirian) ada juga yang berkelompok.Mereka sopan si, tapi kalau tiap beberapa jam ada lagi,kita juga risau “ujar Nur Ashari.
Masyarakat berharap agar Pemda Ketapang melalui Satpol PP Ketapang dapat menertibkan pengamen dan pengemis yang berkeliaran di Ketapang
Begitu juga fenomena peminta minta yang ada di lampu merah. Beberapa orang nenek nenek terlihat bergantian menghampiri pengguna jalan yang berhenti di lampu merah.
” Rasanya aktivitas pengemis ini membahayakan, tidak saja bagi masyarakat tapi juga bagi pengemis itu sendiri,” ujar Tantri warga Mulia Baru Ketapang.
Beberapa warga masyarakat berniat melaporkan pengamen dan pengemis ini ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Ketapang untuk ditertibkan.
Namun sangat disayangkan, saat masyarakat ke Kantor Pol PP, para Praja penegak Peraturan Daerah tersebut sedang sibuk mengadakan Lomba Karaoke dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun 2025(*a)











