RESPONSIVEKLABAR.COM,PONTIANAK–Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait Perumdam Tirta Kabupaten Bengkayang tidak cukup berhenti pada penangkapan dan penetapan tersangka. Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (PW GNPK-RI) Kalimantan Barat meminta penyidik Polda Kalbar membongkar perkara tersebut sampai ke akar-akarnya.
Bagi GNPK-RI Kalbar, yang harus dibuka bukan hanya siapa yang tertangkap, tetapi juga apa motif transaksinya, dari mana uang berasal, untuk kepentingan apa diberikan, siapa yang meminta, siapa yang menerima, serta apakah ada pihak lain yang ikut menikmati atau mengatur perkara tersebut.
āKami berharap Polda Kalbar tidak berhenti pada OTT saja. Bongkar sampai tuntas seluruh rangkaian peristiwanya. Siapa pun yang terlibat harus diproses berdasarkan bukti dan fakta,ā demikian garis besar harapan GNPK-RI Kalbar.
Jangan Hanya Tangkap Pelaku Lapangan
OTT semestinya menjadi pintu masuk untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh.
Karena itu, GNPK-RI Kalbar mendorong penyidik menelusuri aliran uang, komunikasi para pihak, hubungan antara pemberi dan penerima, serta kemungkinan adanya pihak lain di balik transaksi yang terungkap dalam OTT.
Pertanyaan publik kini bukan lagi sekadar:Siapa yang ditangkap?
Tetapi:Untuk apa uang itu? Siapa yang membutuhkan? Siapa yang memerintahkan? Dan apakah ada jaringan yang lebih besar di balik transaksi tersebut?
GNPK-RI: Bongkar Aliran Uangnya”
Penelusuran aliran dana menjadi salah satu bagian penting yang perlu dibuka dalam proses penyidikan.
Jika uang yang diamankan berkaitan dengan kepentingan tertentu di tubuh Perumdam, penyidik perlu menjelaskan apa hubungan uang tersebut dengan keputusan, kebijakan, pekerjaan, audit, atau kepentingan tertentu yang sedang berlangsung.
Termasuk kemungkinan adanya komunikasi sebelum OTT, pertemuan sebelumnya, maupun pihak yang berperan sebagai penghubung.
5 PERTANYAAN YANG HARUS DIJAWAB
Apa motif utama transaksi yang menjadi dasar OTT?
Dari mana sumber uang dan untuk siapa sebenarnya uang tersebut?
Apakah ada pihak lain yang memerintahkan, menjanjikan, atau menerima manfaat?
Apakah terdapat aliran dana lain di luar uang yang diamankan saat OTT?
Sejauh mana perkara ini berkaitan dengan kebijakan atau kepentingan di Perumdam Tirta Bengkayang?
HARAPAN GNPK-RI KALBAR
OTT bukan garis akhir.OTT adalah pintu masuk.”Jika memang terdapat dugaan tindak pidana korupsi, publik berhak mengetahui konstruksi perkaranya secara terang melalui proses hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bongkar siapa yang memberi. Bongkar siapa yang menerima. Bongkar siapa yang mengatur. Bongkar aliran uangnya. Dan jika ada pihak lain yang terbukti terlibat, jangan berhenti pada nama-nama yang tertangkap dalam OTT.”GNPK-RI Kalbar berharap Polda Kalbar mengusutnya sampai tuntasāberdasarkan bukti, bukan tekanan; berdasarkan hukum, bukan jabatan.*(Ok/ds/tim)**






