Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Muslimat NU Turun di HUT Bhayangkara, Polri Tekankan Kolaborasi dengan Masyarakat

Presiden, keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Karena itu, ia berharap Polri terus memperkuat profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik.

Perayaan HUT Bhayangkara tahun ini tidak hanya menampilkan kekuatan institusi kepolisian, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran Muslimat NU menjadi salah satu simbol bahwa upaya membangun keamanan dan persatuan nasional membutuhkan kerja bersama lintas organisasi dan kelompok masyarakat.

Responsive.kalbar.com,JakartaBarisan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu pemandangan yang menarik perhatian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa, 1 Juli 2025. Sebanyak 172 anggota Muslimat NU yang tergabung dalam Batalyon 26 ikut ambil bagian dalam defile bersama berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kehadiran organisasi perempuan terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama itu dinilai menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Di tengah tantangan menjaga keamanan dan ketertiban sosial, Polri menilai sinergi dengan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat stabilitas nasional.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan partisipasi Muslimat NU menunjukkan hubungan yang terus terjalin antara institusi kepolisian dan masyarakat sipil. Menurut dia, kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung berbagai agenda pembangunan nasional, termasuk menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Sinergitas ini menjadi lambang persatuan dan kesatuan Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” kata Sandi dalam keterangannya, Kamis, 3 Juli 2025.

Muslimat NU selama ini dikenal aktif dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan keluarga, dan kegiatan sosial berbasis masyarakat. Jaringan organisasinya yang tersebar hingga tingkat desa dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat.

Sandi menegaskan Polri akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Menurut dia, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik secara luas.

Momentum HUT Bhayangkara ke-79 juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan pentingnya kehadiran polisi yang dekat dengan masyarakat serta mampu memahami persoalan yang dihadapi rakyat sehari-hari.

“Polisi Indonesia harus berada di tengah rakyat, merasakan penderitaan rakyat, mendengar jeritan hati rakyat,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Karena itu, ia berharap Polri terus memperkuat profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik.

Perayaan HUT Bhayangkara tahun ini tidak hanya menampilkan kekuatan institusi kepolisian, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran Muslimat NU menjadi salah satu simbol bahwa upaya membangun keamanan dan persatuan nasional membutuhkan kerja bersama lintas organisasi dan kelompok masyarakat.*(jn/dn/rs)***

Sumber :Bid humas mabespolri

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *