Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Food Estate Ketapang: Miliaran Rupiah Digelontorkan, Manfaat untuk Warga Masih Dipertanyakan

Proyek tersebut meliputi pembangunan gertak di Teluk Keluang, Dusun Panca Karya, dengan pagu anggaran Rp377,24 juta. Selain itu terdapat pembangunan Rumah Sederhana Sehat Perendaman di Dusun Pematang Putus, Desa Pematang Gadung, senilai Rp1,27 miliar serta pembangunan Rumah Sederhana Sehat di Teluk Keluang senilai Rp2,38 miliar.

Proyek tersebut meliputi pembangunan gertak di Teluk Keluang, Dusun Panca Karya, dengan pagu anggaran Rp377,24 juta. Selain itu terdapat pembangunan Rumah Sederhana Sehat Perendaman di Dusun Pematang Putus, Desa Pematang Gadung, senilai Rp1,27 miliar serta pembangunan Rumah Sederhana Sehat di Teluk Keluang senilai Rp2,38 miliar.

RESPONSIVE.KALBAR.COM,KETAPANG-Ambisi besar Pemerintah Kabupaten Ketapang menjadikan kawasan Teluk Keluang sebagai sentra Food Estate tampaknya belum berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat. Setelah bertahun-tahun digaungkan sebagai program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi lokal, sejumlah pembangunan yang menghabiskan miliaran rupiah justru menyisakan pertanyaan tentang efektivitas dan keberlanjutannya.

Penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah infrastruktur yang dibangun dalam rangka mendukung kawasan Food Estate kini tidak terlihat memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bahkan, sebagian proyek yang menelan anggaran besar itu menjadi sorotan warga karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Berdasarkan data pengadaan pemerintah daerah tahun 2020, sedikitnya terdapat tiga proyek fisik yang berkaitan dengan pengembangan kawasan Food Estate di Teluk Keluang dan sekitarnya. Nilai total anggaran yang dikucurkan mencapai hampir Rp4 miliar dan seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Ketapang.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar disebut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses perencanaan,

Proyek tersebut meliputi pembangunan gertak di Teluk Keluang, Dusun Panca Karya, dengan pagu anggaran Rp377,24 juta. Selain itu terdapat pembangunan Rumah Sederhana Sehat Perendaman di Dusun Pematang Putus, Desa Pematang Gadung, senilai Rp1,27 miliar serta pembangunan Rumah Sederhana Sehat di Teluk Keluang senilai Rp2,38 miliar.

Yang menjadi pertanyaan, untuk siapa rumah-rumah tersebut dibangun?

Sejumlah warga yang ditemui mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan memadai mengenai fungsi akhir bangunan tersebut. Lokasinya yang jauh dari pusat permukiman penduduk menimbulkan tanda tanya mengenai perencanaan program dan manfaat yang diharapkan.

“Kalau memang untuk masyarakat, siapa yang menempati? Apa manfaatnya? Letaknya jauh dari permukiman warga. Sampai sekarang masyarakat juga tidak tahu peruntukannya,” kata seorang warga Ketapang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Catatan Redaksi : tim polda kalbar pernah menerima laporan dan juga sudah mendatangi lokasi ” namun hingga kini mantan buati dan kloni nya masih saja tenang dalam pusaran kasus dugaan korupsi telok keluang ini ” sementara dari polda kalbarpun bungkam.*(Tim)***

Sumber: Masyarakat ketapang dan para tokoh di ketapang dalam fb 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *