RESPONSIVE.KALBAR.COM-Proyek pembangunan jaringan air bersih/air baku di wilayah Kecamatan Pontianak Utara yang bersumber dari APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu lebih dari Rp1,4 miliar kini menuai sorotan tajam.
Pekerjaan yang mencakup wilayah Kelurahan Batu Layang, Siantan Hilir, dan Siantan Hulu itu diduga kuat tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Temuan di lapangan menunjukkan indikasi lemahnya pengawasan hingga dugaan pengurangan volume pekerjaan.
Sejumlah kejanggalan terlihat jelas, mulai dari proses penggalian yang tidak sesuai standar hingga pemasangan pipa yang dilakukan dalam kondisi saluran masih tergenang air.
Praktik tersebut dinilai berpotensi besar menurunkan kualitas konstruksi dan memperpendek umur infrastruktur.
Lebih memprihatinkan, hasil penelusuran di lapangan mengungkap bahwa kedalaman galian banyak yang tidak memenuhi ketentuan teknis.
Berdasarkan gambar kerja, kedalaman galian seharusnya mencapai 50 cm, dengan rincian 9 cm untuk dudukan pipa HDPE dan 41 cm untuk urugan tanah. Namun fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar galian tidak mencapai kedalaman tersebut.
Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pengurangan volume pekerjaan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.
Tak hanya itu, proses penimbunan kembali pipa juga terkesan asal-asalan. Material urugan yang digunakan diduga tidak memenuhi standar, terutama pada area tanah gambut yang membutuhkan perlakuan khusus agar konstruksi tetap stabil.
Temuan paling mencolok terjadi di kawasan Gang Merpati, di mana hampir seluruh titik pekerjaan menunjukkan indikasi ketidaksesuaian spesifikasi.
Minimnya pengawasan dari pihak terkait semakin memperkuat dugaan adanya kelalaian serius, bahkan membuka potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum serta instansi terkait segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh.
Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting agar proyek yang dibiayai uang rakyat benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan masalah di kemudian hari.*(tim/har)**











