Transformasi Berita Era Digital

Kasus 40 Paket Pengadaan 2024,Politehnik Ketapang Tengku berharap tidak jalan di tempat.

Oplus_131072

Responsivekalbar.com
Ketapang

Putra daerah Ketapang katakan ini Tenku Julian,45.th,”Warga Ketapang yang tinggal di Pontianak berharap kasus 40 Paket Politap Ketapang yang saat ini di tangan Kajati Kalbar tidak hanya jalan di tempat saja ,

Saya sebagai warga Ketapang yang tinggal di Pontianak Niris melihat kasus-kasus Korupsi di Ketapang ini banyak jalan di tempat,”Padahal kasusnya ini menyangkut Dunia pendidikan dan generasi bangsa. Ujarnya saat di temui di warung kopi sari Wangi pada pagi Minggu 25/6/2025 .

Saya memang orang awam dan masyarakat biasa  namun ketika saya membaca sedikit berita ,yang di kirim kawan-kawan Saya “,Sungguh memalukan  Prilaku  segelintir Pejabat Ketapang yang sering kali Melakukan Perbuatan kotor demi mencari Kekayaan pribadi. Ungkapnya dengan nada kesal.

Saya berharap agar Kajati Kalbar benar dan serius dalam penngan kasus Politap Ketapang apalagi ini menyangkut kepentingan para pemuda dan generasi penerus bangsa korupsi di Politap Ketapang harus di tindak secara hukum dan undang-undang yang berlaku di negeri tercinta ini,tuturnya.

Ilustrasi dunia pendidikan di kab Ketapang

Namun sebaliknya jika tidak di tangani dengan serius makan akan timbul bibit” korupsi yang lebih banyak lagi, apalagi kabupaten Ketapang akan menjadi Provinsi baru di Kalimantan barat sudah barang tentu sebuah harapan baru bagi kita semua ,”untuk lebih maju lagi kedepan nya.

Jauh sebelum tim Responsive Kalbar.com sempat wawancara kepada kasi Pengkum Kajati Kalbar,”terkait Penangan kasus 40 Paket pengadaan di Politap Ketapang.

Terkait penangan kasus Politap Ketapang Setelah dapat imfo bahwa tim kajati berada di kabupaten Ketapang.
Namun di jawab kasi penkum kajati Kalbar Akan saya tanya besok yaa .tutup melalui whatsap.

Sementara itu dari Tanjung  tokoh masyarakat Ketapang sejak jaman kepemimpinan bupati,morkes( alm)kasus politehnik harus benar benar di usut tuntas sampai kebakar akarnya tidak pandang bulu siapa di belakangnya karna ini menyangkut dunia pendidikan generasi bangsa dan keberlangsungan dunia pendidikan.

Apa jadinya kalau di dalam sebuah tenaga pendidikan dan tempat mendidik generasi muda ajang korupsi bagi tenaga pendidiknya sendiri. Buanglah jauh jauh sifat kloni dan sifat mementingkan diri sendiri dan keluarga jangan menjadikan ini negeri Konoha seperti yang ada dalam dongen atau cerita,tutupnya (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *