Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Warga Binaan Dua Kabupaten,”Overkapasitas Lapas kelas dua.B,Ketapang Kewalahan

Dengan kondisi tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Ketapang berharap adanya pembangunan rumah tahanan (Rutan) baru di Kabupaten Ketapang.

Lapas Kelas IIB Ketapang, Gerry Tri Aryadi, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penghuni di dalam lapas.

RESPONSIVEKALBAR.COM,KETAPANG-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang kini menampung warga binaan dari dua kabupaten, sementara fasilitas yang tersedia belum mampu mengimbangi jumlah penghuni yang terus melebihi kapasitas.
‎
‎Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Lapas Kelas IIB Ketapang, Gerry Tri Aryadi, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penghuni di dalam lapas.
‎
‎Menurut Gerry, Lapas Kelas IIB Ketapang seharusnya hanya memiliki daya tampung sekitar 200 orang.
‎
‎Namun, saat ini jumlah warga binaan yang berada di dalam lapas telah mencapai 1.069 orang.
‎
‎”Untuk ditempat kita, di lapas Kelas IIB Ketapang tidak ada fasilitas yang mewah baik untuk warga binaan maupun kita para penjaga,” ujar Gerry saat dikonfirmasi, Jumat 2 Oktober 2026.
‎
‎Ia menjelaskan, tingginya jumlah penghuni juga berkaitan dengan cakupan pelayanan Lapas Kelas IIB Ketapang yang menampung warga binaan dari dua kabupaten.
‎
‎Di sisi lain, belum terdapat lapas penunjang atau lapas lain yang berada di wilayah terdekat sehingga beban hunian masih cukup besar berada di Lapas Kelas IIB Ketapang.
‎
‎”Jangankan untuk fasilitas mewah, kapasitas atau daya tampung kita disini itu seharusnya hanya 200 orang sedangkan sekarang yang ada didalam saat ini ada 1069 orang,” katanya.
‎
‎Menurut Gerry, kondisi geografis juga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pemindahan warga binaan untuk mengurangi kepadatan.
‎
‎Perjalanan darat dari Ketapang menuju Pontianak sebagai tujuan pemindahan para warga binaan membutuhkan waktu sekitar 12 jam.
‎
‎Karena itu, pemindahan warga binaan ke lapas di Pontianak bukan menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi kelebihan kapasitas.
‎
‎Selain membutuhkan waktu perjalanan yang cukup panjang, pemindahan juga dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
‎
‎Di tengah kondisi tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Ketapang tetap berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada seluruh warga binaan.‎Gerry mengatakan pendekatan persuasif dan humanis juga terus dikedepankan dalam menjalankan pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada warga binaan.

POTO ISTIMEWAH TIM RESPONSIVEKALBAR.COM : Dengan kondisi tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Ketapang berharap adanya pembangunan rumah tahanan (Rutan) baru di Kabupaten Ketapang.

‎”‎Upaya tersebut dilakukan agar kondisi lapas yang mengalami kelebihan kapasitas tetap dapat dikelola dengan baik, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.‎‎Keterbatasan fasilitas juga tidak hanya dirasakan pada hunian warga binaan.
‎
“‎Gerry turut menyinggung kondisi rumah dinas petugas Lapas Kelas IIB Ketapang yang menurutnya membutuhkan perhatian.‎‎”Rumah dinas kita aja, kalau kita lihat tadi, dari luar bisa kita lihat dan nilai. Cukup memprihatinkan,” ungkapnya.
‎
‎Dengan kondisi tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Ketapang berharap adanya pembangunan rumah tahanan (Rutan) baru di Kabupaten Ketapang.‎Keberadaan fasilitas baru dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan warga binaan yang saat ini terjadi.
‎
‎”Untuk saat ini, kita masih terus berharap bahwa Kabupaten Ketapang bisa ada pembangunan Rutan baru, jadi tidak ada penumpukan seperti ini,” pungkasnya.*(IF)**

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *