Di balik prosesi tahunan itu, tersimpan pesan yang ingin ditegaskan Korps Adhyaksa: pengabdian tidak berhenti di ruang penegakan hukum, tetapi juga hadir melalui kepedulian sosial.
Mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus komitmen Kejati Kalbar untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Panitia Kurban Masjid Nurul Haq Kejati Kalbar bersama petugas RPH Pontianak mengawal proses penyembelihan agar berlangsung tertib, aman, dan memenuhi standar kesehatan.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada pegawai, masyarakat kurang mampu, panti asuhan, pondok pesantren, hingga warga yang berhak menerima manfaat kurban.

Bagi Kejati Kalbar,Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan. Momentum ini dimaknai sebagai pengingat tentang keikhlasan, pengorbanan, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
“Iduladha mengajarkan arti keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian. Semangat ikhlas berkurban dan ikhlas berbagi harus menjadi nilai yang terus hidup dalam setiap insan Adhyaksa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS disebut menjadi teladan penting dalam menjalankan tugas dan pengabdian, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kejati Kalbar menilai semangat kurban seharusnya tidak berhenti pada pembagian daging semata, melainkan diwujudkan dalam sikap tulus, empati sosial, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, pembagian daging kurban diharapkan dapat menjadi bentuk kehadiran negara melalui institusi penegak hukum yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan itu pula, Kejati Kalbar berharap nilai kebersamaan dan solidaritas sosial terus tumbuh, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi Adhyaksa dengan masyarakat Kalimantan Barat






