Transformasi Berita Era Digital

Depresi Pasca Kekerasan Seksual, Remaja 18 Tahun Nekat Minum Racun Rumput

Korban mengaku telah mengenal pelaku selama kurang lebih enam bulan.

RESPONSIVE.KALBAR.COM,BENGKAYANG-Seorang remaja perempuan berinisial Bunga (18 tahun), warga Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, nekat meminum racun rumput. Tindakan tersebut diduga kuat dilakukan karena korban mengalami depresi berat pasca menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pengusaha hiburan musik setempat.

Insiden percobaan bunuh diri ini terjadi menjelang korban dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jacobus Luna, Bengkayang. Hingga saat ini, korban masih terbaring lemah dalam kondisi setengah sadar saat ditemui tim media, Selasa (7/5/2026) sore sekitar pukul 17.45 WIB.

Bibi korban menjelaskan bahwa keputusannya meminum racun merupakan dampak dari kondisi mental korban yang belum pulih pasca kejadian pemerkosaan yang dialaminya pada bulan April lalu.

 

Foto pelaku pemerkosaan gadis berusia 18 tahun ” akibat ulahnya ini sanggadis ini berusaha menghabis dirinya dengan cara minum racun rumput

“Korban datang ke rumah saya dalam kondisi sempoyongan. Setelah ditanya, dia mengaku baru saja meminum racun rumput sebanyak setengah botol berukuran 1 liter,” ujarnya dengan nada sedih.
Lebih jauh dijelaskan, korban yang sehari-hari tinggal bersama kakaknya di Kecamatan Lumar, diketahui sudah meminum racun tersebut sebelum berjalan kaki menuju kota Bengkayang. Kondisi fisik dan mentalnya pun semakin melemah sepanjang perjalanan.

Sementara itu, salah satu guru korban yang turut mendampingi di rumah sakit menambahkan bahwa pelaku kejahatan seksual tersebut merupakan salah satu pengusaha hiburan musik orgen tunggal di wilayah setempat. Korban mengaku telah mengenal pelaku selama kurang lebih enam bulan.
“Saya tanya sudah kenal lama kah sama pelaku, korban mengatakan baru sekitar enam bulanan,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, kepada Anggota Polsek Lumar, Membenarkan kejadian tersebut dan masih dalam penyelidikan lanjut.”Tuturnya.*(Ds/mn/ss)**

laporan : Tim jurnalis Warga 

Sumber :Salah satu guru korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *