ResponsiveKalbar. com
Sanggau”
Suara mesin dompeng di Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau masih meraung tanpa henti. Hingga Minggu (14/9), aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di RT 04 RW 02 tetap berjalan, seolah hukum hanya jadi penonton.
Pertanyaan publik kian tajam: jika tidak ada oknum yang melindungi, mengapa PETI begitu leluasa beroperasi?
Nama pengendali tambang, AV dan RL, sudah bukan rahasia umum. Warga menyebut keduanya terang-terangan mengendalikan lapangan. Ironisnya, keduanya tak pernah tersentuh hukum. Razia aparat yang digembar-gemborkan hanya seperti ritual: sebentar berhenti, lalu mesin kembali meraung setelah situasi dianggap aman.
Pemandangan ini menampar logika. Hukum di mana? Aparat bekerja untuk siapa?
Jika negara kalah oleh mesin dompeng, maka wibawa hukum dipertaruhkan.
Masyarakat menunggu bukti nyata: keberanian aparat dan pemerintah daerah untuk benar-benar menutup tambang ilegal, menindak pelaku, serta mengungkap siapa oknum yang selama ini melindungi aktivitas perusak lingkungan tersebut.












