Transformasi Berita Era Digital

Selama dua hari Masa duduki kantor PT. SMP menyampaikan tututan hak kariawan, Management PT.SMP,bumkam

Responsivekalbatr-lusminto dewa ketua SBSBI kabupaten Ketapang, mengatakan bahwa sejumlah kariawan PT.SMP yang ada di perusahaan saat ini hanya menuntut haknya saja sebagai kariawan disana.
Sewajarnya para kariawan menuntuk haknya karna permasalahan ini sudah bertahun tahun tidak bisa di selesaikan oleh PT. SMP, ucapnya saat di hubungi via telpon whatshap pada selasa 3/oktober 2023
Selain permasalah itu jaga terdapat masalah pemotongan pajak jika kariawan yang gajihnya 5 juta keata maka akan di potong sebeesar 600 raturibu setiap kali gajian,terang nya dengan nada kesal kepada management perusahaan.
Bahkan setiap kali diajak mediasi tentang permaslahan kariawan ini pihak perusahaan selalu mengahdirkan orang lapangan dan tidak pernah menghadirkan JM atau derektur utama, sehing terkesan adanya pembiaran terhadap kariawan dan sengaja untuk tidak bertanggung jawab, ketusnya
Lusminto dewa juga menambahkan saya merasa prihatin juga dengan maslah APD dan K3 yang tidak di perhatikan oleh perusahaan sejumlah alat pelindung kariawan harus membeli sendri, selain itu juga masalah jam kerja perlakukan karian seperti pekerja paksa , jam kerja yang tidak sesuai dan jumlah panen kalau tidak sampai 1,7 ton tidak di hitung HK mereka pekerja , serta pinzerpinnya kalau kelewat, maka juga tidaka dihitung juga,pungkasnya

Anton selaku ketua PK,sbsi perkebunan PT SMP yang berada di kecamatan simpangdua kabupaten Ketapang, mengatakan ada kurang lebih 1200 kariawan yang berdemo di kantor PT.SMP saat ini guna meminta kejelasan

Kami buruh PT.SMP menolak pungutan asoka (scanwajah/finger, karna saat dilakukan berulang ulang kali 1 sampai 5 kali, diatas 15 kali keluar wajah orang lain dan nama orang lain bukan wajah atau nama orang yang discan.
Sebagaimana diketahui, Asoka atau scan wajah selama ini digunakan menyebabkan kegagalan absen sehingga mangkir.
Adapun salah satu penyebab terjadinya mangkir tersebut dikarenakan mandor kurang teliti dalam melakukan scan wajah atau asoka.

Asoka dianggap menyita waktu aktifitas dan jam istirahat buruh saat sore hari atau sehabis jam kerja tidak dapat melakukan aktivitas lain, seperti mencari sayur dan lain-lain.
Sementara itu, jika asoka tetap diterapkan maka buruh yang bekerja di PT. SMP akan melakukan aksi mogok kerja, pemortalan di beberapa tempat lingkungan PT. SMP.

Sebagaimana kasus yang dialami oleh Muliadi Among, dimangkirkan sebanyak 2 hari padahal sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan standar ketentuan pekerja, dan melaksanakan Asoka pagi namun tetap.
Dengan adanya kasus ini, buruh berharap agar pihak manajemen bersikap adil dan bijak. Serta berhenti mengintimidasi para buruh PT. SMP.
Disisi lain, para buruh sebelumnya melaksanakan 7 disiplin panen. Namun sekarang bertambah aturan panen progresif di mana aturan tersebut membuat manajemen menjadi tidak baik.
Para buruh banyak merasa dirugikan dengan diterapkan panen progresif dikarenakan tidak mendapatkan buah, waktu serta tenaga yang dikeluarkan tidak sesuai dengan perolehan hasil atau gaji bahkan berakibat besar dikenakan pemotongan gaji.
Oleh sebab itu, buruh menola progresif dan meminta dikembalikan 7 disiplin panen. Dan mengancam akan melakukan aksi mogok kerja dan pemortalan tempat di ruang lingkup PT.SMP.
Selanjutnya, buruh menuntut pemenuhan sebagai kesejahteraan, sebagai berikut; meminta tunjangan beras, bonus tahunan, perhitungan premi pemanen tidak terbuka, mengantar anak sekolah menggunakan kendaraan pribadi, revisi peraturan berobat, keterlambatan pelayanan tenaga akad dan disediakan alat APD.(#***rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *