Sebanyak 41 Pramuka Penggalang—terdiri dari 16 putri dan 25 putra—mulai digembleng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ketapang melalui kegiatan pemantapan yang digelar Sabtu-Minggu, 23-24 Mei 2026.
Kwarcab Ketapang tampaknya tak ingin sekadar mengirim peserta ke arena Jamnas di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Agustus mendatang. Mereka ingin mengirim generasi muda yang siap bersaing, tangguh, dan mampu membawa nama daerah.
“Ini bukan hanya soal berkemah. Yang kami siapkan adalah mental, karakter, kedisiplinan, dan kemampuan anak-anak menghadapi tantangan,” kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Ketapang, Mastoni, Ahad, 24 Mei 2026.
Menurut Mastoni, proses pemantapan akan berlangsung setiap Sabtu hingga menjelang keberangkatan Agustus 2026. Para peserta akan dibina langsung oleh Andalan Cabang, Korp Pelatih, Dewan Kerja Cabang (DKC), hingga tenaga ahli dari luar Gerakan Pramuka.
Materi yang diberikan tidak hanya soal teknik kepramukaan. Para peserta juga dibekali latihan kepemimpinan, kerja sama tim, ketahanan fisik, administrasi kegiatan, hingga simulasi kehidupan perkemahan berskala nasional.
“Anak-anak ini nantinya akan bertemu ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Mereka harus siap secara fisik, mental, dan keterampilan,” ujar Mastoni.
Jambore Nasional XII Tahun 2026 merupakan agenda lima tahunan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang akan berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 25 ribu Pramuka Penggalang dari 514 kwartir cabang dan 34 kwartir daerah. Sekitar 500 peserta dari luar negeri juga diproyeksikan hadir.
Ketua Kwarcab Ketapang, Pitriyadi, menyebut para Pramuka Penggalang usia 11-15 tahun sebagai generasi emas yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, menurut dia, pembinaan karakter menjadi fondasi utama yang tak bisa ditawar.
“Jamnas bukan sekadar ajang berkumpul. Ini ruang belajar membangun kemandirian, kepemimpinan, kreativitas, dan rasa cinta tanah air,” katanya.
Ia menegaskan, peserta asal Ketapang berasal dari 20 kwartir ranting atau kecamatan yang nantinya akan bergabung bersama kontingen Pramuka dari seluruh Kalimantan Barat. Karena itu, kesiapan peserta harus benar-benar matang.
Selain latihan teknis dan kedisiplinan, peserta juga mulai dipersiapkan menghadapi dinamika kehidupan perkemahan besar, termasuk latihan pentas seni dan adaptasi lapangan.
Pitriyadi turut meminta keterlibatan orang tua dalam proses persiapan tersebut. Menurut dia, dukungan keluarga menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental peserta selama menjalani masa latihan.
“Mereka membawa nama Ketapang. Maka yang harus dibangun bukan hanya kemampuan, tetapi juga daya tahan, etika, dan kepercayaan diri,” ujar mantan Camat Tumbang Titi itu.*(dn/ss/rs)**
Sumber : Ketua kwarcap ketapang Pitriyadi.






