RESPONSIVE.KAL-BAR.COM-Ratusan Warga Desa Mensubang,Kecamatan Nanga Tayap,Kabupaten Ketapang, Menyerbu mess karyawan milik PT Sandai Makmur Sawit (SMS) beberapa hari lalu.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas perusahaan yang dituding melakukan penggusuran paksa kebun karet milik masyarakat.
Warga menduduki area mess perusahaan dan meminta seluruh karyawan meninggalkan wilayah Desa Mensubang.Selain pengusiran, aksi juga diwarnai adu mulut antara massa dan pihak perusahaan.
Aksi ini dipicu kekecewaan masyarakat terhadap hasil mediasi sebelumnya yang dinilai kerap dilanggar.Warga menuding perusahaan tetap melanjutkan aktivitas penggusuran di lahan perkebunan karet milik mereka,yang diklaim masuk dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
Salah seorang peserta aksi mengungkapkan, hilangnya ratusan hektare kebun karet berdampak besar terhadap kehidupan warga. Ia menyebut banyak anak terpaksa putus sekolah, sementara para orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Sejak kebun kami digusur,penghasilan hilang.Banyak anak tidak bisa lanjut sekolah,”ujar Astina, salah satu warga yang mengaku menjadi korban penyerobotan lahan.
Tokoh masyarakat setempat, Banser, menegaskan tuntutan warga agar perusahaan segera angkat kaki dari desa mereka.
Warga juga meminta seluruh aset perusahaan dibongkar dari atas tanah yang mereka klaim milik masyarakat, serta menuntut pembayaran kompensasi atas kebun yang telah digusur tanpa pemberitahuan.
Untuk mengantisipasi potensi penjarahan dan menjaga situasi tetap kondusif, aparat gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi.
Petugas melakukan penjagaan di area mess yang saat ini tengah dikosongkan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen perusahaan terkait tuntutan dan aksi pengusiran yang dilakukan warga tersebut.
Sumber : Astina,salah satu warga
Laporan : tim jurnalis warga .
Editor. : redaksi











