Transformasi Berita Era Digital

PLTU Suka bangun di duga Lalai sehingga memakan korban kembali empat orang terjatuh dua orang tewas

RESPONSIVE.KAL-BAR.COM-PLTU.Desa Sukabangun dalam kecamatan delta Pawan kabupaten Ketapang kini  Kembali  menelan korban,” tidak tanggung – tanggung, empat orang pekerja sekali Gus kariawan ini mengalami Insiden tragis terjatuh dari ketinggian 50 meter “,Hal ini terjadi pada Rabu malam, 21 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB.”Empat orang di duga sebagai kariawan dan sekali Gus Pekerja yang masuk ke dalam area boiler pembangkit listrik.

Berdasarkan informasi yang kami dapat dari sejumlah warga Ketapang ada empat orang terjatuh dari ketinggiang 50 meter imformasi ini kami dapat dari warga sekitar melalui imvestigasi khusus melalui tim lipsus responsive.kalbar.com di kabupaten Ketapang .

keluarga korban mengatakan bahwa, dua pekerja berhasil dievakuasi lebih dahulu dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Agoesdjam, Ketapang,”Guna Mendapatkan Perawatan medis
Sementara itu,ada dua korban lainnya hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.oleh tim SAR

Peristiwa ini memacing kemarahan warga sekitar dan pihak keluarga korban” pada malam kecelakaan.
Warga dan pihak keluarga”, Sempat mendatangi kantor PLTU,Desa Sukabangun dalam. kec.delta Pawan Ketapang .

Sempat terdengar Keluarga korban mendesak pihak perusahaan untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut serta mempercepat proses pencarian terhadap korban yang masih hilang./yang masih belum di temukan ini.

Sejumlah pihak menilai, kecelakaan kerja berulang di PLTU Ketapang mengindi kasikan adanya dugaan kelalaian manajemen, khususnya terkait pengawasan kerja.

“,Penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja. Dugaan lemahnya sistem keselamatan tersebut dinilai berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan dan K3.

Hingga Rabu malam, tim pencarian masih terus melakukan upaya evakuasi, dengan harapan dua korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi. Pihak keluarga berharap proses pencarian dilakukan secara maksimal, transparan, dan profesional.

Tim kami di lapangan telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PLTU Sukabangun Dalam melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.

Atas kejadian tersebut, aparat penegak hukum (APH) serta instansi berwenang, termasuk pengawas ketenagakerjaan dan instansi teknis terkait, didesak untuk segera turun tangan.

Pemeriksaan menyeluruh,audit keselamatan kerja, serta penindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab dinilai penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Tim Redaksi akan terus memantau dan mendalami kasus ini, termasuk mengungkap penyebab kecelakaan kerja, apakah ada dugaan kelalaian dalam sistem pengawasan kerja.

tanggung jawab perusahaan, serta langkah hukum yang akan ditempuh sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.*(@!)**

Sumber : impormasi dari sejumlah warga Sukabangun dalam 

Laporan : tim jurnalis warga 

Editor     : timredaksi 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *