Transformasi Berita Era Digital

Wakil ketua pengurus cabang PC PGRI sungai laur ini menambahkan sudah 2 tahun 3 bulan ia pergi mengajar ke SMPN 06 tiap hari harus melalui tantangan jalan rusak.parah.

Oplus_131072

RESPONSIVEKALBAR.COM-Jalan dan jembatan merupakan infrastruktur yang paling utama di bangun,karena kalau kedua akses tersebut sudah baik perekonomian tentu akan tumbuh pesat.

Namun acap kali wilayah pedalaman sering tertunda dan bahkan terlewatkan dari pembangunan yang sifatnya prioritas oleh pemerintah daerah.

Di sampaikan Klaudisius Sandi,S.Pd.Gr,guru Bidang Studi PPKn
yang mengajar di SMP N 6 Satap (Merumbuk) desa Bayun Sari kecamatan sungai laur kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada 23 Oktober 2025

Menurut Sandi setiap hari jam mengajar ia berangkat dari rumahnya di desa selangkut raya pakai sepeda motor dan membawa keranjang sekalian bawa barang belanja sendiri dan titipan tetangga,menggunakan waktu sekali jalan satu hari.
Jalan lintas antara desa,titik terparahnya di natai sengkujut wilayah desa tanjung beringin.

“Berangkat pergi mengajar dari rumah jam empat pagi dan harus sampai di sekolahan jam tujuh,namun berjam jam masih di daerah becek parah tersebut,acap kali motornya saat termasuk ke lobang jalan dan terpeleset ke pinggir jalan di bantu murid murid SMPN 02 harapan baru yang pergi kesekolahnya berjalan kaki,karena susahnya akses jalan.ungkap Sandi

Wakil ketua pengurus cabang PC PGRI sungai laur ini menambahkan sudah 2 tahun 3 bulan ia pergi mengajar ke SMPN 06 tiap hari harus melalui tantangan jalan rusak.Pernah dirinya makan di jalan akibat kelelahan mendorong motornya.
Jalan di perhuluan sungai Laur pernah bagus saat program karya bakti dari TNI AD tahun 2020.Sejak itu sampai saat ini tidak ada perawatan yang signifikan.

“Wajar saja waktu lima tahun semua akses jalan dan jembatan sudah memprihatinkan mulai dari desa sepotong sampailah ke hulu mungguk meranang limat Merabu,papar alumni IKIP PGRI ini.

Sandi berharap agar pemerintah daerah kabupaten Ketapang khususnya dinas terkait dan DPRD dapil 2, untuk sesegera mungkin membangun akses jalan penghubung antara desa perhuluan sungai laur.

“Supaya semua lapisan masyarakat perhuluan bisa melakukan aktivitas dengan lancar,baik yang menggunakan kendaraan serta pejalan kaki bisa sampai ketempat tujuan dengan nyaman aman dan perekonomian masyarakat pedalaman berjalan dengan baik,pungkas Sandi

Senada di sampaikan Suryadi ketua LSM peduli Kayong pada media ini,terlihat dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik LPSE kabupaten Ketapang,pekerjaan penunjukan langsung PL dari Pokok Pikiran anggota DPRD,banyak tak tepat sasaran untuk di daerah pedalaman.

“Pokir DPRD merupakan aspirasi masyarakat yang diserap anggota dewan melalui kegiatan seperti reses atau rapat dengar pendapat. Aspirasi ini kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah dan penganggaran APBD untuk mengatasi masalah pembangunan di daerah.ungkap Suryadi

Lebih lanjut di sampaikan banyak paket pekerjaan di bangunkan jalan beton yang keadaan dasar jalan nya bagus,sedangkan jalan separah perhuluan tidak di sentuh pokir DPRD tersebut.

“Ia berharap dengan berita ini agar anggota DPRD di dapil yang bersangkutan memprioritaskan letak (sta)dari pekerjaan penunjukan langsung untuk ke titik titik terparahnya,tutup Suryadi

Sumber : Guru SMP 6 .

Penulis Roesli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *