Responsivekalbar.com
Kalbar.
Kasus dugaan penyimpangan di Politeknik Negeri Ketapang kembali mencuat setelah beberapa bulan lalu pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) diketahui telah memanggil sejumlah pihak terkait. Namun hingga kini, perkembangan penanganan kasus tersebut seakan menghilang tanpa kejelasan.
Kondisi ini memicu keresahan dan tanda tanya besar di kalangan mahasiswa. Mereka menilai lambannya penanganan justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Beberapa bulan lalu sudah ada pemanggilan, tapi sampai sekarang tidak jelas ujungnya. Mahasiswa tentu bertanya-tanya, apakah kasus ini serius ditangani atau justru sengaja diperlambat?” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Mahasiswa menegaskan, transparansi dan kepastian hukum adalah kunci untuk menjaga marwah lembaga pendidikan tinggi negeri di daerah. Mereka berharap Kejati Kalbar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.
“Kami menunggu jawaban tegas, jangan sampai kepercayaan mahasiswa hilang. Politeknik adalah rumah kami menuntut ilmu, jangan sampai tercoreng oleh kasus yang tidak jelas penyelesaiannya,” tegas mereka.
Kini, publik menunggu langkah nyata Kejati Kalbar. Akankah kasus Politeknik Negeri Ketapang benar-benar diproses tuntas, atau kembali tenggelam dalam senyap?











